Kesabaran Rachel Vennya Menipis, Bersiap Seret Okin ke Ranah Hukum Usai Rumah Dijual Sepihak
Achmad Maudhody April 06, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesabaran Rachel Vennya menipis, bersiap seret Okin ke ranah hukum usai rumah dijual sepihak.

Polemik terkait harta usai perceraian antara selebgram Rachel Vennya dan musisi Niko Al Hakim alias Okin memanas.

Keduanya terlibat perselisihan imbas nasib rumah yang jadi harta gono-gini usai perceraian.

Okin dituding melanggar kesepakatan usai secara sepihak menjual rumah yang awalnya diperuntukkan untuk anak mereka.

Rachel dibuat murka kala mengetahui tiba-tiba ada orang yang datang untuk mengecek kondisi rumah, tanpa ada informasi yang didapatnya lebih dulu.

Sudah habis kesabaran, Rachel kini dikabarkan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum terhadap sang mantan suami.

Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti-bukti sambil berkonsultasi dengan kepolisian terkait langkah hukum yang akan diambil.

“Rachel ingin menuntut hak. Haknya siapa? Hak anak-anak, bukan hak Rachel. Ini terkait tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya,” kata Sangun di Polda Metro Jaya, Jakarta, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (6/4/2026).

Menurut Sangun, persoalan ini tak sekadar konflik pribadi, melainkan menyangkut hak anak yang dinilai mulai terabaikan seiring berjalannya waktu. Ia bahkan menyebut adanya indikasi yang mengarah pada ranah pidana, meski belum merinci secara detail.

“Kalau saya lihat sementara ini, potensi-potensi pidana ini sebetulnya ada,” ujarnya.

Baca juga: Kini Tinggal Bareng Marshanda, Sienna Diam-diam Ceritakan Gejolak Batin Sebelum Putuskan Lepas Hijab

Sangun menjelaskan, setelah bercerai, Rachel dan Niko sebenarnya masih menjaga hubungan baik, terutama dalam urusan pengasuhan anak. Namun kondisi tersebut disebut mulai berubah.

“Dulu mereka cerai tidak mau ribut karena pengasuhan masih baik-baik saja. Masih ada waktu bersama anak-anak. Cuma makin ke sini, terkait tanggung jawab ini kok makin menghilang,” jelasnya.

Yang membuat situasi semakin sensitif adalah munculnya peristiwa yang dianggap janggal oleh pihak Rachel. Sangun menyebut, ada orang yang mendadak datang mengecek rumah sebelum informasi tentang nasib rumah yang disengketakan sampai ke kliennya. Bahkan, muncul dugaan rumah tersebut akan dijual.

“Timeline-nya jauh. Orang datang dulu baru diinformasikan. Di sini kami melihat ada itikad tidak baik,” katanya.

Seiring kondisi yang kian memanas, pihak Rachel pun tidak menutup kemungkinan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum.

“Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan dilakukan upaya hukum, apakah gugatan hak asuh anak atau laporan polisi terkait dugaan tindak pidana,” ucap Sangun.

Meski begitu, di tengah konflik yang mulai jadi sorotan publik, Rachel disebut masih berharap ada penyelesaian yang lebih baik tanpa harus memperpanjang masalah ke ranah hukum.

“Kami harap ada solusi yang baik, dalam artian tanggung jawab itu dijalankan. Ini kembali lagi, kita mencari keadilan untuk anak-anak,” tegasnya.

Sangun juga menegaskan bahwa kliennya tidak terlalu mempermasalahkan soal materi.

“Rachel tidak terlalu pusing soal uang, karena dia sudah mandiri,” tambahnya.

Kini, publik pun menanti bagaimana kelanjutan kisah yang awalnya terlihat baik-baik saja ini. Apakah akan berujung damai, atau justru semakin panas hingga benar-benar masuk ke ranah hukum semuanya masih jadi tanda tanya besar.

Klarifikasi Okin tentang Rumah untuk Anak

Musisi Niko Al Hakim atau Okin sebelumnya sempat buka suara terkait tudingan secara sepihak menjual rumah untuk anak sulungnya, Xabiru.

Polemik ini mencuat setelah mantan istrinya, Rachel Vennya mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026).

Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka pascacerai pada 16 Februari 2021.

Namun, Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik.

Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya, @okinpth.  

Duda dua anak ini memulai dengan menjelaskan latar belakang emosional terkait rumah tersebut.

“Rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan," ujar Okin, dikutip, Minggu (5/4/2026). 

Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus.

“Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.”

Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut.

“Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” lanjutnya.

Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya.

“2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue.”

Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.

“2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.”

Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.

“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama," jelas Okin. 

Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026.

“Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya. 

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

“Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.”

Terkait polemik kunjungan ke rumah, Okin menyebut hal itu sudah diinformasikan sebelumnya.

“Pada hari Rabu malam, gue menginfokan kepada ybs bahwa pada hari Kamis siang akan ada orang datang untuk mengecek kondisi rumah. Namun pada hari Kamis, muncullah narasi dari ybs bahwa tanpa babibu ada orang ingin mengukur rumah. Yangmana sebenarnya, ybs sudah mengetahui mengenai akan terjadi pengecekan bukan pengukuran. Dan mungkin ybs beranggapan bahwa rumah tsb harus dikosongkan pada hari itu juga, padahal tidak. Semua penjualan pasti melewati banyak proses terlebih dahulu.”

Okin menegaskan tetap mengakui adanya kekurangan di masa lalu, namun tidak sepakat jika dirinya disebut tidak menafkahi anak.

“Terlepas dari semua yg udah gue jelaskan, gue mengakui memang ada beberapa kali kelalaian pada tahun 2023 dalam membayarkan kewajiban dikarenakan pada saat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis. Tapi rasanya nggak fair kalau ybs berstatement seakan2 gue gak kasih nafkah. Dan untuk uang mut’ah nya sendiri, tidak pernah terucap dari mulut gue untuk tidak membayarkan, dan ybs pun tau mengenai hal itu.”

Ia juga menegaskan skema pembayaran KPR sebelumnya dimaksudkan sebagai bagian dari pemenuhan nafkah.

“Win win solution yang ybs berikan untuk menukar rumah, bukan sebagai alasan gue untuk tidak menafkahi anak2 lagi. Karna nominal KPR yg harus dibayarkan untuk rumah tsb sama dengan nominal nafkah, jadi gue alokasikan uang nafkah dengan membayarkan KPR. Setelah KPR selesai, gue akan melanjutkan kembali kewajiban gue untuk nafkah. Begitu rencana yang sudah disusun, tapi ternyata semakin kesini plan tsb tidak tereksekusi dengan baik.”

Di akhir klarifikasinya, Okin mempertanyakan narasi yang berkembang di publik. 

“Yang gue bingung, kenapa narasi yang ditulis seakan2 ybs marah mengetahui soal penjualan rumah? Sedangkan beberapa hari lalu gue dan ybs sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb,” tutupnya.

BERSETERU - Kolase potret Rachel Vennya dan Niko Al Hakim (arsip 2024).
BERSETERU - Kolase potret Rachel Vennya dan Niko Al Hakim (arsip 2024). (Instagram @rachelvennya & @okintph)

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.