SURYA.CO.ID Bondowoso - Jumlah kuota jemaah calon haji (JCH) Bondowoso bertambah menjadi 916 orang yang akan berangkat pada tahun 2026. Sebelumnya pada Januari, kuota Bondowoso berjumlah 902 orang.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Haji dan Umrah) Bondowoso, Astono, tambahan kuota ini disebabkan karena kebijakan perubahan penetapan kuota yang asalnya melihat dari jumlah penduduk muslim.
Kini, berubah melihat dari jumlah waiting list. Sehingga, di Jawa Timur ada penambahan sekitar 7.000 JCH.
"Sehingga Bondowoso kuotanya jadi 916, jadi kita menjadi tiga kloter kemudian," ujarnya dikonfirmasi pada Senin (6/4/2026).
Baca juga: Embarkasi Surabaya Siapkan Layanan Mewah untuk Jemaah Haji 2026
Ditegaskannya bahwa kuota ini tak akan berkurang meskipun sewaktu-waktu ada JCH yang meninggal dunia ataupun sakit, dan mengundurkan diri baik di Bondowoso ataupun luar kota.
Karena disiapkan JCH pengganti yang jumlahnya mencapai 40 persen dari total kuota.
Namun begitu, JCH pengganti tak serta-merta langsung dari Bondowoso. Melainkan naik berdasarkan urutan daftar JCH di Provinsi Jawa Timur.
"Maka otomatis cadangan di bawahnya naik, baik di Bondowoso ataupun luar Bondowoso. Jadi mekanisme cadangan bukan kabupaten tapi provinsi," ungkapnya.
Baca juga: Keberangkatan 42.409 Jemaah Haji Jatim Sesuai Jadwal di Tengah Konflik Timur Tengah
Ia menerangkan JCH Bondowoso masuk dalam kloter 85 dan 86 yang akan berangkat pada 13 Mei 2026, dan kloter 87 berangkat pada 14 Mei 2026. Keberangkatan ini masuk dalam gelombang kedua.
Meski berangkat baru sebulan lagi, namun dipastikan seluruh kesiapan administrasi JCH Bondowoso telah tuntas.
Termasuk, pengurusan visa pun telah tuntas. Kini JCH Bondowoso hanya tinggal menunggu giliran mengambil koper.
"Pelunasan sudah tuntas, pemasporan sudah tuntas, bahkan pemvisaan sudah tuntas. Sudah tuntas semua," ungkapnya.
Selain itu, kata Astono, saat ini pihaknya melakukan pembinaan Karu (Ketua Regu) dan Karom sebanyak lima kali. Pembinaan ini meningkat tajam dari biasanya yang hanya 1 kali.
Karena harapannya ketua regu akan diproses menjadi kiai regu, dan ketua rombongan akan diproses menjadi kiai rombongan.
"Sehingga dengan demikian setiap regu sudah ada yang paham betul tentang manasik haji," ujarnya.
Dalam keberangkatan tahun ini, kata Astono, kuota lansia Kabupaten Bondowoso berusia paling muda kelahiran 1 Januari 1941.
Lansia yang berusia 65-84 tahun berangkat melalui kuota reguler.