Tingkat Partisipasi Nasional TKA SMP 2026 Capai 98 Persen
Wahyu Widiyantoro April 06, 2026 07:19 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP pada hari pertama, Senin (6/4/2026), mencatatkan tingkat partisipasi nasional yang tinggi, yakni sekitar 98 persen dari total target peserta. 

Sekitar 2 persen siswa yang belum mengikuti tes disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kesiapan psikologis hingga pertimbangan orang tua. 

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa secara umum kesiapan teknis dan penataan ruang di sekolah telah berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan. 

"Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan dengan lancar," ujarnya di sela pemantauan di Tangerang, Banten.

Baca juga: SD-SMP Tidak Punya Komputer Bisa Gelar TKA, Boleh Pinjam dari Sekolah Lain

Mendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan peserta didik. Kewenangan tersebut tetap berada pada masing-masing satuan pendidikan. 

Pengukur Kemampuan Akademik

TKA berfungsi sebagai instrumen pengukuran kemampuan akademik siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi, yang dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar. Hasilnya akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini mencakup nilai rapor serta capaian nonakademik.

"Melalui TKA, kita ingin memperoleh profil kemampuan murid yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun karakter. Data ini nantinya menjadi salah satu referensi dalam proses sistem penerimaan murid baru melalui jalur domisili, prestasi, maupun afirmasi," jelasnya.

Mu'ti mengingatkan pentingnya integritas selama pelaksanaan TKA melalui jargon "Jujur dan Gembira". 

Ia mengimbau siswa untuk mengerjakan soal dengan jujur dan penuh semangat tanpa menjadikan TKA sebagai beban, sekaligus mengingatkan para pengawas untuk bertugas secara profesional. 

"Kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir. Selain itu, kami juga mengimbau para pengawas untuk menjalankan tugas secara profesional, tanpa melakukan dokumentasi yang tidak perlu seperti membuat video atau memperbarui status selama pelaksanaan," tegasnya.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga telah menyiapkan berbagai sistem pencegahan kecurangan yang dirancang sejak awal guna menjamin pelaksanaan asesmen yang transparan dan akuntabel.

TKA sendiri dirancang sebagai sistem five in one yang mampu menghasilkan lima jenis data pendidikan sekaligus, meliputi kemampuan akademik, literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar.

Mu'ti memastikan pelaksanaan TKA di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah diantisipasi dengan skema yang fleksibel. 

Soal tidak sepenuhnya berbasis daring, sehingga sekolah dengan keterbatasan perangkat tetap dapat melaksanakan asesmen, termasuk melalui skema berbagi fasilitas dengan sekolah lain. 

Untuk satuan pendidikan yang terdampak bencana, seperti kebakaran dan banjir, pemerintah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan berbasis komputer guna memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan haknya.

"Sekolah telah menyiapkan pelaksanaan dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem yang ada, kita optimistis pelaksanaan TKA dapat memberikan data yang valid dan akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.