SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Harga karet dunia yang mengacu pada perdagangan di Singapore Exchange (SGX) melalui Sicom menunjukkan penguatan signifikan pada pembukaan pekan, Senin (6/4/2026). Harga karet dengan Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen tercatat menembus angka 201,5 US Cent per kilogram.
Dengan mengacu pada kurs Rp16.930 per dolar AS hari ini, maka harga karet KKK 100 persen setara dengan Rp34.114 per kg.
Nilai ini mengalami kenaikan sebesar Rp483 per kg jika dibandingkan dengan posisi pada Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp33.631 per kg.
Sekretaris Jenderal Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, menjelaskan bahwa tren penguatan ini memberikan dampak positif bagi berbagai tingkatan kadar karet kering lainnya di tingkat petani.
Rincian Harga Berdasarkan Kadar Karet Kering (KKK): Berikut adalah estimasi harga jual berdasarkan persentase kadar karet kering per Senin (6/4/2026):
KKK 70 % : Rp23.880 per kg
KKK 60 % : Rp20.468 per kg
KKK 50 % : Rp17.057 per kg
KKK 40 % : Rp13.646 per kg
KKK 30 % : Rp10.234 per kg
Catatan: Harga di atas merupakan harga indikator dan belum memperhitungkan biaya produksi yang ditanggung petani.
Sinyal Positif Pasar Global
Rudi menilai kenaikan harga di awal pekan ini menjadi sinyal kuat kembalinya dominasi tren penguatan setelah sempat mengalami koreksi pada awal April lalu.
Meningkatnya kepercayaan pasar terhadap komoditas karet diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dalam jangka waktu menengah.
"Pergerakan harga yang lebih tegas mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar. Momentum ini diharapkan memberikan kepastian bagi para produsen dan petani," ujar Rudi, Senin (6/4/2026).
Imbauan Menjaga Kualitas Bokar
Di tengah tren kenaikan harga, Rudi tetap mengingatkan para petani untuk menjaga kualitas Bahan Olah Karet (Bokar).
Kualitas yang buruk akan langsung berdampak pada pemotongan harga di tingkat pabrik atau pengepul.
Petani diimbau untuk:
Menggunakan koagulan (pembeku lateks) sesuai anjuran.
Memastikan bokar bebas dari kotoran dan kontaminasi limbah.
Menghindari perendaman bokar di dalam air.
“Mutu tetap menjadi kunci utama dalam menentukan nilai jual. Semakin tinggi kadar karet kering yang dihasilkan, semakin baik harga yang diterima petani,” pungkasnya.
Baca juga: Tukang Ojek Pengkolan di Sumsel Ditembak Penumpang, Sempat Lari Selamatkan Diri ke Dekat Markas TNI