TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Program dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso terus berkembang sejak diluncurkan pada 2025. Hingga April 2026, tercatat sudah ada 69 dapur SPPG yang beroperasi untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 75 dapur yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah kabupaten tersebut. Namun, tidak semuanya langsung beroperasi karena sebagian masih menunggu dukungan anggaran operasional.
“69 yang beroperasi,” kata Mila saat dikonfirmasi pada Senin (6/4/2026).
Baca juga: Gudang Alat Pertanian di Prajekan Bondowoso Terbakar, Kerugian Rp 40 Juta
Pengoperasian puluhan dapur SPPG tersebut juga menyerap banyak tenaga kerja. Mila menyebutkan jumlah relawan dan karyawan yang terlibat mencapai sekitar 3.100 orang.
“Untuk pekerja kurang lebih 3.100 orang,” jelasnya.
Mereka bekerja di berbagai posisi, mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian, kebersihan, distribusi hingga pengamanan dapur.
Baca juga: Baru 15 dari 43 Dapur MBG Bondowoso Kantongi Sertifikat Higiene
Dapur Baru di Kademangan
Salah satu dapur terbaru yang diluncurkan adalah SPPG Kademangan 3 yang berlokasi di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Dapur ini resmi diluncurkan pada Senin (6/4/2026).
Owner dapur SPPG Kademangan 3, Ali Hasan Mun’im, mengatakan minat masyarakat untuk menjadi relawan maupun pekerja dapur cukup tinggi. Tercatat ada 1.283 orang yang mendaftar untuk berbagai posisi.
“Semua mendaftar menjadi relawan dengan berbagai posisi, baik sebagai persiapan, pengolahan, pemorsian, kebersihan, driver, dan keamanan,” ujarnya.
Namun, dari jumlah pendaftar tersebut hanya 50 orang yang diterima untuk bekerja di dapur tersebut.
Beberapa posisi juga memiliki persyaratan khusus. Misalnya sopir yang wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A, serta tenaga ahli seperti ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan.
“Khusus yang mendaftar sopir harus minimal punya SIM A,” terangnya.
Baca juga: SPPG di Jember Masih Enggan Gunakan Ikan untuk Menu MBG, Dinas Rekomendasikan Lele
Ali memastikan seluruh pekerja di dapur SPPG Kademangan 3 mendapatkan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pembayaran iuran dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Diwajibkan itu, dibayarkan BGN langsung melalui virtual account di SPPG,” jelasnya.
Target Ribuan Penerima MBG
Dapur SPPG Kademangan 3 dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 April 2026. Pada tahap awal, dapur ini akan melayani 673 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumlah penerima manfaat tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 1.500 orang, bahkan ditargetkan lebih dari 2.000 penerima.