Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Kantong Plastik di Kayuagung Melonjak 100 Persen
tarso romli April 06, 2026 10:45 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Panasnya tensi geopolitik di kancah global rupanya berdampak langsung terhadap stabilitas harga di Bumi Bende Seguguk. Pedagang di Pasar Tradisional Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai menjerit akibat lonjakan harga kantong plastik (kresek) yang mencapai dua kali lipat dalam sebulan terakhir.

Kenaikan harga ini terjadi merata pada semua ukuran dan jenis plastik, jauh melampaui batas normal.

Para pedagang mengaku kesulitan menentukan harga jual eceran akibat modal yang membengkak drastis.

"Kenaikannya sangat signifikan. Kami bingung mau menjualnya bagaimana lagi. Bukan cuma kresek, mika untuk wadah bolu dan bungkus minuman juga ikut naik tajam," keluh Andre, salah satu pedagang plastik di Pasar Kayuagung, Senin (6/4/2026).

Perbandingan Harga yang Mencolok

Berdasarkan pantauan di lapangan, perbedaan harga antara Maret 2026 dengan awal April 2026 sangat kontras:

Kantong Plastik Ukuran Kecil: Naik dari Rp35.000 menjadi Rp70.000 per pak.
Kantong Plastik Ukuran Besar: Naik dari Rp55.000 menjadi Rp110.000 per pak.
Plastik Jenis PE (Polyethylene): Naik dari Rp25.000 menjadi Rp45.000 per pak.
Plastik Kiloan: Naik dari Rp10.000 menjadi Rp17.000.

Dampak Rantai Pasok Global

Kepala Dinas Perdagangan OKI, Syahrul, melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Juairiyani, M.Si., menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan imbas dari konflik di wilayah Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi bahan baku plastik (Naphtha).

"Plastik ini bahan bakunya didatangkan dari Timur Tengah sebagai hasil penyulingan minyak bumi. Konflik geopolitik membuat distribusi terganggu, ditambah lagi nilai tukar rupiah yang melemah membuat biaya impor melonjak tajam," ungkap Juairiyani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin petang.

Ia menambahkan, Naphtha menghasilkan etilena dan profilena yang kemudian diekspor ke pabrik-pabrik di Indonesia untuk diolah menjadi produk plastik.

Terganggunya pasokan dari pusat secara otomatis memicu kenaikan harga di tingkat agen hingga pedagang eceran.

UMKM Kian Tercekik

Lonjakan harga kemasan ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di OKI, khususnya sektor kuliner.

Biaya pengemasan yang tinggi menambah beban pengeluaran di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.

"Sangat berdampak bagi pedagang UMKM karena mereka bergantung pada kemasan plastik untuk membungkus makanan dan minuman. Biaya produksi mereka kini membengkak," pungkas Juairiyani.

Pemerintah Kabupaten OKI terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional guna mengantisipasi spekulasi harga yang lebih liar dan mencari solusi untuk meringankan beban para pelaku usaha kecil.

Baca juga: Breaking News: Kebakaran Dekat Asrama TNI Kalidoni Palembang, Warga Berhamburan Keluar

 

Isu Utama: Harga kantong plastik di pasar Kayuagung, OKI, melonjak hingga 100 persen imbas konflik geopolitik di Timur Tengah.
Penyebab Teknis: Gangguan distribusi bahan baku Naphtha dan pelemahan nilai tukar rupiah memicu kenaikan biaya impor plastik nasional.
Dampak Lokal: Modal usaha UMKM kuliner di OKI kian tercekik karena harga kemasan mika dan kresek yang kini mencapai dua kali lipat dari harga bulan sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.