TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, melaporkan peneliti digital forensik Rismon Sianipar ke kepolisian atas tudingan mendanai Roy Suryo Cs terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Laporan tersebut disampaikan melalui kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, kepada penyidik pada Senin (6/4/2026).
Abdul menyatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Bareskrim Polri dan menilai unsur pidana dalam kasus ini telah terpenuhi, termasuk adanya korban, terduga pelaku, serta barang bukti.
"Jadi penting hari ini sesuai dengan rencana kami sudah melaporkan Rismon, sudah bertemu dengan penyidik, sudah ini, sudah menyerahkan. Soal administrasi itu (LP) teknis saja nanti," kata Abdul Haji Talaohu.
Selain melaporkan Rismon, pihak JK juga mengadukan sejumlah kanal YouTube yang menyebarkan konten terkait.
Kendati demikian, laporan terhadap kanal tersebut masih menunggu kelengkapan data.
"Selain Rismon, ada beberapa akun YouTube dan YouTuber yang juga kami akan lakukan pengaduan karena ini beberapa data yang harus kami lengkapi dan secepatnya kami akan masukin pengaduan. Karena pasal yang kami dalilkan itu adalah Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP yang baru, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023," tambahnya.
Dalam laporan ini, tim kuasa hukum menggunakan dasar Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Mereka juga telah menyerahkan tiga cuplikan video sebagai barang bukti serta mengajukan sejumlah saksi kepada penyidik.
"Laporan tadi kami sudah konsultasi, sudah bedah kasusnya dengan ditemani oleh Direktorat Siber dan Direktorat Pidana Umum dan dari hasil bedah kasus itu, peristiwanya, unsur-unsurnya terpenuhi," tutur dia.
"Ada korban dalam hal ini Pak JK, ada terduga pelaku dalam hal ini Pak Rismon, dan channel YouTube yang menaikkan video itu, dan beberapa saksi juga sudah kami sampaikan ke Direktorat Pidana Umum dan Direktorat Siber," sambungnya.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla angkat bicara menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait tudingan dirinya mendanai upaya hukum terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Isu tersebut menyebutkan adanya aliran dana sebesar Rp 5 miliar kepada sejumlah pihak, termasuk Roy Suryo.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Minggu (6/4/2026), Jusuf Kalla dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.
Ia menyatakan tidak pernah memberikan dana kepada siapa pun untuk memperkarakan ijazah Presiden Joko Widodo, sebagaimana narasi yang beredar luas di berbagai platform digital.
Menurut Kalla, informasi tersebut berawal dari sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam video itu, seorang peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, menuding dirinya sebagai pihak yang mendanai langkah hukum yang dilakukan oleh Roy Suryo dan pihak lainnya.
“Tidak benar sama sekali. Saya tidak pernah mendanai hal seperti itu,” ujar Kalla menegaskan.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenal Rismon Sianipar secara pribadi. Bahkan, Kalla mengaku belum pernah bertemu dengan yang bersangkutan.
Adapun dengan Roy Suryo, ia menyebut hanya mengenal dalam kapasitas sebagai sesama tokoh publik, mengingat Roy Suryo pernah menjabat sebagai menteri.
Lebih lanjut, Kalla menyatakan akan mengambil langkah hukum atas tuduhan tersebut. Ia menilai pernyataan yang disampaikan Rismon telah merugikan nama baiknya dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Rencananya, laporan resmi akan dilayangkan ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Senin (7/4/2026).
Kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, menegaskan bahwa langkah hukum tersebut diambil setelah mempertimbangkan dampak serius dari tuduhan yang dinilai tidak berdasar. Ia menyebut pernyataan yang beredar telah masuk dalam kategori pencemaran nama baik.
“Ini bukan sekadar isu biasa. Tuduhan ini telah menyebar luas dan merugikan klien kami secara reputasi. Karena itu, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Abdul Haji Talaohu.
Rismon Bongkar Dugaan ‘Bohir’ Isu Ijazah Jokowi
Perubahan sikap ini menarik perhatian karena terjadi di tengah polemik panjang isu ijazah Jokowi, yang kini bergeser dari perdebatan keaslian dokumen ke dugaan adanya pihak pendana di balik penyebaran isu tersebut.
Rismon mengaku sudah memberi pesan kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk mengusut penyokong dana di balik kasus ijazah Jokowi.
"Saya sudah jelaskan kepada penyidik kalau mau menyelesaikan kasus ini, selesaikan pendananya. Selesaikan aktor otak di belakangnya," kata Rismon Sianipar saat berbincang dengan Andi Azwan, dikutip dari kanal YouTube Catatan Andi Azwan, Minggu (5/4/2026).
"Catatan Andi Azwan benar ya, ada bohir (penyokong dana di balik isu ijazah palsu Jokowi)," ucap Andi Azwan.
Rismon menyoroti para pengacara Roy Suryo cs yang diduga diperintah oleh aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi.
"'Oh, maaf Bang, saya disuruh AS.'," ujar Rismon menirukan ucapan salah satu kuasa hukum Roy Suryo.
"Kejam enggak itu?" imbuhnya.
Rismon Sianipar juga telah mengutarakan hal tersebut kepada penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus ijazah Jokowi.
"Kepada penyidik saya bilang ada enam poin. Salah satunya adalah saya merasa dieksploitasi menjadi free political tool yang anytime bisa disposable, dibuang kapan saja, dipenjarain kapan saja," kata Rismon.
Sebelumnya, Rismon Sianipar dan Andi Azwan nyaris terlibat adu jotos saat sedang berdebat soal kasus ijazah Jokowi di salah satu televisi swasta pada Agustus 2025.
Kala itu, Andi Azwan sedang mengungkap kejanggalan ijazah Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi.
Kedua lantas terlibat cekcok mulut hingga harus dipisahkan oleh pembawa acara.
Sosok Rismon Sianipar
Rismon Sianipar adalah lulusan Sarjana Teknik dan Magister Teknik di UGM.
Ia juga menyelesaikan pendidikan di Jepang, di Graduate School of Science and Engineering Yamaguchi University Jepang.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Dr.Eng Rimon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., M.Eng.
Rismon lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 25 April 1977.
Ia merupakan orang pertama yang meneliti dan menyebut bahwa foto wisuda Jokowi yang beredar di media sosial adalah hasil editan.
Selama ini, Rismon Sianipar dikenal sebagai ahli digital forensik.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa ia juga merupakan seorang penulis buku dan programmer.
Bahkan, selama ini Rismon Sianipar mendapat sumber penghasilan dari penjualan buku di Amazon, sebuah perusahaan penyedia internal pasar online.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Rismon melalui kanal YouTube Balige Academy, pada Kamis (3/7/2025).
Sejak dilaporkan ke polisi, Rismon Sianipar kini kerap muncul di layar kaca televisi.
Bahkan, ia juga kerap keliling ke Kota Solo hingga Yogyakarta untuk menggali informasi mengenai ijazah S-1 Jokowi.
Rismon juga sempat terjun langsung ke lokasi kuliah kerja nyata (KKN) Jokowi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sumber dana untuk melakukan itu semua pun menjadi bahan perbincangan.
Rismon mengaku bahwa dirinya merupakan seorang penulis dan programmer.
"Buku saya kan di Amazon banyak, itu hasilnya untuk hidup saya," kata Rismon.
Rismon juga menjelaskan bahwa ia masih mendapat gaji dari royalti penjualan buku yang ia tulis saat 5 tahun lalu.
"Royalti. Kita dapat 10 sampai 20 persen dari penjualan ditransfer ke kita tanggal 28 akhir bulan ditransfer sama kita," ujarnya.
"Buku 5-6 tahun lalu masih laku saya masih dapat royalti," imbuhnya.
Beberapa karya tulis buku milik Rismon Sianipar tercantum di dalam CV dari situs Universitas Mataram (Unram).
( Tribunpekanbaru.com / Wartakota )