Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
Yek... Abu Hairi kabarnya ninggal. Beliau sakit ape? Demikian pesan percakapan lewat WhatsApp yang disampaikan Datuk Kulul, Ketua Lembaga Adat Melayu ( LAM), kepada penulis pada Senin (6/4/2026) sore.
Yek adalah panggilan akrab yang disematkan kawan-kawan untuk penulis semenjak penulis memiliki cucu.
Pertemanan penulis dengan Abu Hairi, anggota DPRD Bangka Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bukan baru. Semenjak penulis menekuni profesi sebagai jurnalis di Harian Suara Bangka tahun 1999/2000, penulis telah mengenal Abu Hairi.
Apalagi, Abu panggilan akrabnya, adalah salah satu orang yang ikut menyuarakan pembentukan Kabupaten Bangka Selatan. Dia adalah anggota Presidium Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan.
Abu Hairi mulai berkiprah sebagai wakil rakyat sejak tahun 2004. Abu Hairi bersama 24 anggota DRPD Bangka Selatan lainnya adalah anggota legislatif pertama Kabupaten Bangka Selatan yang diketuai Nursamsu H Alias.
Prestasi yang dilahirkannya bersama anggota DRPD Bangka Selatan lainnya adalah membidani lahirnya penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan tanggal 27 Januari.
Sebagai Ketua Pansus, Abu Hairi dan tim pansus melahirkan Perda tentang Penetapan Lambang Daerah Junjung Besaoh.
Abu Hairi dikenal sebagai legislator yang bekerja dalam sunyi. Jauh dari riak pencitraan. Kerjanya sebagai wakil rakyat terukur dan jarang dipublikasikan. Padahal begitu banyak aspirasi publik yang direalisasikannya.
Tahun 2024, penulis menghubunginya untuk membantu anggaran kegiatan literasi. Dan dari dukungan Abu Hari terlaksana berbagai kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, mulai dari kegiatan lomba bertutur hingga pencetakan buku karya penulis Bangka Selatan.
Terakhir berkomunikasi dengan Abu Hairi tahun 2025 lewat WhatsApp, masih tentang dukungan untuk anggaran literasi dan kebudayaan melalui dana aspirasi. Dan hari ini mendapat kabar Abu Hairi telah berpulang ke Rahmatullah, menghadap Sang Maha Pencipta.
Selamat jalan kawan. Jasa dan karyamu akan tetap dikenang publik. Abadi dalam perjalanan daerah ini. Sejarah akan menulis dan mencatatnya. Publik akan mengingatnya.
Kabupaten Bangka Selatan yang engkau perjuangkan dengan semangat membara bersama kawan-kawan lainnya menjadi saksi perjuanganmu yang akan menjadi catatan publik tentang pengabdianmu untuk negeri ini, Negeri Junjung Besaoh.
Selamat jalan, kawan. (*)