BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Penemuan jasad seorang pria yang mengapung di kolam regulasi Barabai, Desa Aluan Besar RT 02 RW 01, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin, (06/04/2026), langsung ditangani aparat gabungan dengan sigap.
Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Tak lama setelah laporan diterima, personel dari Polres Hulu Sungai Tengah bersama Polsek Batu Benawa, Babinsa, BPBD Damkar HST, Satpol PP, dan relawan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan area.
Petugas pun berupaya membatasi kerumunan warga guna menjaga kelancaran proses evakuasi. Setelah berhasil diangkat dari kolam, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD H Damanhuri Barabai untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, menegaskan bahwa proses penyelidikan terus dilakukan secara menyeluruh.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menurunkan tim ke lokasi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian,” ujarnya.
Baca juga: Sekda Kalsel Tekankan Penghematan Energi, ASN Diminta Kurangi Kendaraan Pribadi
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kejadian tersebut dan mempercayakan penanganannya kepada aparat penegak hukum.
“Bagi warga yang memiliki informasi diminta segera melapor ke Polsek Batu Benawa atau Polres HST,” pungkasnya.
Sementara itu, dari data yang dihimpun BPBD Damkar HST, identitas korban akhirnya diketahui bernama Baderun (84), warga Desa Tangkarau Dalam, Barabai Timur, yang berprofesi sebagai petani.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Damkar HST, Fitriadinor, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 18.04 WITA dan langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.
“Begitu menerima informasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan koordinasi bersama unsur terkait sekaligus mengevakuasi korban,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 19.07 WITA. Setelah itu, korban dibawa ke RSUD H Damanhuri Barabai untuk dilakukan visum.
“Selanjutnya, atas permintaan pihak keluarga, jenazah dibawa ke rumah anak korban di Desa Banua Budi, Kecamatan Barabai, untuk disemayamkan,” tambah Fitriadinor.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Kejadian ini pun menjadi perhatian warga sekitar yang sempat memadati lokasi penemuan. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)