BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kondisi jalan tepat di depan Jembatan Basirih, Jalan Gubernur Soebardjo memprihatinkan dan menjadi sorotan warga.
Jalan yang rusak parah, bergelombang dan pecah-pecah, terpantau membuat pengendara harus ekstra hati-hati, Senin (6/4/2026) pukul 10.00 Wita.
Genangan air yang menutup permukaan jalan juga kerap menyembunyikan lubang-lubang dalam, sehingga berisiko bagi pengguna yang tidak terbiasa melintas di jalur tersebut.
Setiap kendaraan yang melintas, baik truk maupun sepeda motor, harus memperlambat laju untuk menghindari bahaya. Truk kecil terlihat berusaha menghindari titik rawan, sementara truk besar hanya bisa memperlambat laju tanpa mampu menghindari lubang.
Motor yang melintas bahkan sering kali merasakan roda tenggelam dalam pecahan beton yang rusak.
Musim kemarau yang kini tiba menambah kontras kondisi jalan. Teriknya matahari membuat aspal tampak berkilau, bahkan fatamorgana terlihat di kejauhan. Namun berbeda dengan area luas tepat di ujung turunan jembatan Basirih ini, yang justru masih dipenuhi genangan air setinggi hampir menyentuh knalpot motor.
Setiap pengguna jalan harus ekstra hati-hati, bukan hanya karena cipratan air kotor yang panas akibat terik matahari, tetapi juga karena lubang-lubang yang tersembunyi di balik genangan.
"Kalau orang sekitar sini mungkin hapal aja. Nah kalau orang luar bisa terjatuh lewat situ. Bahaya sekali," keluh Husen, seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas.
Baca juga: Terdakwa Kasus Sabu di Banjarmasin Mengaku Hanya Diupah, Pernah Dapat Rp 200 Juta
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dua Bocah di Banjarbaru, Ada Pasir Isap di Dasar Kolam
Jalan ini memang menjadi jalur aktif kendaraan berat karena berdekatan dengan area pergudangan dan akses menuju pelabuhan. Kondisi rusak dan tergenang air dikatakan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan, membuat warga semakin resah.
"Ini sudah bertahun-tahun ada mungkin lebih tiga tahunan sudah. Bahaya sekali, kalau bisa sampaikan ke Wali Kota sama Wakilnya biar diperbaiki. Sudah lama belum ada perbaikan," ujar Lukman, warga sekitar pergudangan.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut, mengingat fungsinya sebagai jalur vital distribusi barang sekaligus akses utama masyarakat.
Tak hanya ruas jalan utama yang rusak dan tergenang air, akses masuk ke jalan permukiman tepat di ujung turunan Jembatan Basirih juga tampak rusak parah.
Kondisinya sudah tidak berbentuk lagi, pecah bergelombang dan menciptakan lubang-lubang besar.
Akses tersebut biasa digunakan pengguna jalan dari arah Pelabuhan Trisaksi. Setelah turun dari jembatan dan berbelok kiri, kendaraan melintas menuju jalan Tembus Mantuil atau ke arah Kuin Kacil.
Namun, kerusakan parah membuat pengendara kesulitan saat berbelok masuk. Tak lama kemudian terlihat satu mobil pikap terjebak di lubang besar.
"Nah itu ada mobil terjebak," teriak Lukman, warga sekitar sambil mengajak BPost melihat kondisi mobil pikap.
Beberapa pengendara lain mencoba membantu dengan mendorong pikap agar bisa keluar dari lubang. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya kendaraan tersebut berhasil melanjutkan perjalanan.
Sang sopir pun tersenyum, melambaikan tangan sambil mengucapkan "terima kasih".
Kondisi ini memunculkan keresahan warga atas kondisi jalan tersebut.
"Nah begini, kalau tidak segera diperbaiki parah sekali sudah. Apa lagi ini banyak kendaraan lewat. Kalau dibiarkan bahaya sekali," ujar Lukman.
Warga menyebut sudah banyak pengendara lain yang terjatuh ketika melewati area rusak parah tersebut.
"Tak terhitung, saya sendiri pernah jatuh di ujung sana," kata Lukman.
Lubang-lubang besar yang tertutup genangan air membuat pengendara tidak menyadari bahaya di bawah permukaan. Diduga juga beton jalan tidak sanggup menahan beban truk-truk yang melintas sehingga cepat pecah dan terkikis.
"Sejak awal jadi, tidak lama kemudian hancur dan tidak pernah diperbaiki lagi, yang jalan turun batu itu juga ngeri banar. Banyak sudah yang jadi korban. Saya tidak paham, pemerintah masa iya tidak pernah melihat bila lewat situ," ujar Halimah, warga sekitar.
Kini warga menanti agar jalan rusak segera diperbaiki, terlebih jalur tersebut menjadi akses vital bagi para pekerja dan kendaraan melintasi jalur alternatif.