TRIBUNGAYO.COM - Menjelang musim kemarau, Pemerintah menyiapkan stok beras hingga 4,4 juta ton.
Potensi fenomena El Nino diperkirakan mulai berdampak pada Mei 2026, sehingga stok cadangan beras pemerintah (CBP) semakin diperkuat.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan, penguatan cadangan pangan guna menjaga ketersediaan pangan menjelang musim kemarau.
“Kami sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan.
Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita,” kata Ketut dalam keterangan resminya di Jakarta dilansir dari Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena El Nino berpotensi mulai memengaruhi Indonesia pada awal Mei 2026.
Terutama wilayah selatan garis ekuator seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap produksi pangan, pemerintah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Yaitu melalui peningkatan penyerapan gabah dan beras dari produksi dalam negeri oleh Perum Bulog.
“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
Dari sisi produksi harus diperkuat, kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Selain beras, pemerintah juga memperkuat stok komoditas pangan lain seperti jagung pakan, minyak goreng, gula, serta daging guna menjaga stabilitas pasokan selama musim kemarau.
Berdasarkan data Bapanas per 2 April 2026, stok CPP mencakup beras sebanyak 4,4 juta ton.
Jagung pakan 168.000 ton, minyak goreng 121.000 kiloliter, gula pasir 49.000 ton.
Kemudian daging sapi 8.000 ton, dan daging kerbau 3.000 ton. (*)
Baca juga: Kementerian PU Buka Lowongan Kerja untuk Sejumlah Posisi, Ini Syarat dan Cara Daftar
Baca juga: Rp 2,6 Triliun PPN Ditanggung Negara untuk Redam Lonjakan Tiket Pesawat