Wamenkes: Waktu Masak ke Konsumsi MBG Terlalu Lama Picu Keracunan Siswa di Jakarta Timur
Muhammad Zulfikar April 07, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Oktavianus menyoroti, kasus keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Dari data Badan Gizi Nasional (BGN) ada lebih dari 60 siswa mengalami gejala sakit perut hingga mual, usai santap menu spaghetti yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

Baca juga: APPMBGI Perkuat MBG Lewat National Summit 2026

Menurut pria yang disapa Benny ini, kasus keamanan pangan tersebut disebabkan oleh jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi MBG yang berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

"Sudah ditinjau oleh BGN. SPPG itu ternyata antara proses pembuatan dan waktu santapnya terlalu lama," kata dia saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Baca juga: DPR Menilai Penghentian Sejumlah SPPG oleh BGN Sebagai Upaya Menjaga Kualitas & Keamanan Program MBG

BGN Minta Maaf

BGN  menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjamin pembiayaan medis puluhan siswa tersebut.

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah puluha  siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi MBG.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Adapun siswa yang terdampak keracunan berasala dari empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Berdasarkan arahan BGN, seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh BGN RI.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tutur Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.