Oxford mewajibkan kandidat melalui tahapan wawancara akademik mendalam bersama para profesor, sementara Stanford dikenal sebagai salah satu kampus paling selektif di dunia

Jakarta (ANTARA) - Pelajar Indonesia berprestasi Mischka Keia Aoki menyatakan siap mengharumkan nama bangsa setelah diterima di dua universitas bergengsi dunia, yakni University of Oxford dan Stanford University.

“Saya sangat bersyukur atas perjalanan ini dan setiap kesempatan yang datang. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya. Ke depan, saya ingin terus melangkah dengan nilai-nilai yang membentuk diri saya. Indonesia akan selalu menjadi bagian dari diri saya, ke mana pun saya melangkah,” ujar Mischka dikutip di Jakarta, Senin.

Selain itu, Mischka juga diterima di sejumlah universitas bergengsi yang, yakni University College London (UCL), London School of Economics (LSE), King’s College London, dan University of Warwick.

Menurut dia, keberhasilan tersebut diraih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Diketahui, Oxford mewajibkan kandidat melalui tahapan wawancara akademik mendalam bersama para profesor, sementara Stanford dikenal sebagai salah satu kampus paling selektif di dunia dengan tingkat penerimaan sekitar 3,6 persen.



Secara akademik, Mischka mencatatkan prestasi secara konsisten dengan nilai sempurna serta kemampuan intelektual tinggi. Ia juga tercatat sebagai anggota Mensa Indonesia dan Mensa Australia.

Mischka pun telah menorehkan pencapaian dalam riset. Pada awal tahun ini, karya penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal internasional peer-reviewed oleh Emerald Publishing dan dijadwalkan akan segera terindeks di Scopus. Penelitian tersebut mengeksplorasi persimpangan antara gender, identitas, dan kepemimpinan politik di Indonesia melalui wawancara dengan sejumlah tokoh perempuan berpengaruh.

Dalam prosesnya, Mischka mendapatkan bimbingan dari Prof Muhammad Adlin Sila dari Universitas Indonesia serta berkesempatan berdialog langsung dengan para pemimpin perempuan yang memberikan perspektif mendalam dalam penelitian ini.

Baginya, kemajuan tidak pernah dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar melampaui batas kenyamanan.



Tak hanya unggul di bidang akademik, Mischka juga aktif dalam kegiatan sosial melalui inisiatif “Sejuta Impian” yang telah menjangkau pelajar di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut berfokus pada edukasi, motivasi, serta pelatihan pengembangan diri bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.