TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ledakan terjadi di rumah makan seafood Dapok Ngah Sho, Gang Ikhlas, Jalan Ampera, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu 4 April 2026 lalu.
Berikut fakta-fakta yang berhasil TribunPontianak.co.id rangkum:
Ledakan itu diketahui menyebabkan tujuh orang mengalami luka bakar.
Seluruh korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit
Kamaruzaman (38), abang dari Dodi selaku pengelola rumah makan tersebut, menjelaskan bahwa para korban awalnya dilarikan ke RS Bhayangkara sesaat setelah kejadian.
Namun, karena kondisi yang cukup serius, seluruh korban kemudian dirujuk ke RS Kharitas untuk penanganan lebih lanjut.
"Setelah kejadian, tujuh korban langsung kita larikan ke RS Bhayangkara. Tapi melihat perkembangan, akhirnya semuanya dirujuk ke RS Kharitas," ujar Kamaruzaman saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Rumah Sakit Kharitas Bhakti, Jl Siam, Senin 6 April 2026.
• Pascaledakan Dapok Ngah Sho, RS Kharitas Bhakti Jadi Pusat Penantian Keluarga
Ia menambahkan, tiga korban lebih dulu tiba dan langsung menjalani operasi pada pagi harinya.
"Awalnya tiga dulu yang kita bawa ke sini, paginya langsung operasi. Besoknya empat korban lainnya menyusul," katanya.
Saat ini, kondisi para korban berangsur membaik. Empat orang sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, sementara dua korban masih dirawat intensif di ruang ICU.
"Alhamdulillah, empat sudah di kamar, satu masih dalam proses pindah, dan dua lainnya masih di ICU karena kondisinya cukup serius," jelasnya.
Adapun 7 korban itu meliputi dua karyawan Samsul Arifin dan Hayet, yang berada di bagian depan saat kejadian tidak mengalami luka.
Sementara itu, korban luka terdiri dari pemilik dan enam karyawan lainnya, yakni Mita, Olivia, Juriyani, Rosina, Selvi, dan Meli yang mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh, seperti kaki, tangan, wajah, bahu, dan punggung.
Kapolsek Pontianak Kota, AKP Denni Gumilar, mengatakan ledakan diduga dipicu kebocoran gas yang sudah tercium sebelum kejadian.
“Sekitar pukul 22.00 WIB, sebelum terjadi ledakan tercium bau gas bocor. Tabung kemudian dipindahkan ke belakang oleh pemilik, namun tiba-tiba meledak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tabung gas sempat dipindahkan oleh pemilik rumah makan, Dodi, ke bagian belakang bangunan.
Namun, tidak lama kemudian terjadi ledakan yang cukup kuat hingga menyebabkan dinding belakang rumah makan berlubang serta mengenai sejumlah karyawan dan pemilik.
• Fakhroni Ingatkan Waspada Penggunaan LPG Usai Ledakan di Dapok Ngah Sho
Berdasarkan pantauan Tribun Pontianak pada Senin, 6 April 2026, bagian belakang rumah makan tampak mengalami kerusakan paling parah.
Dinding bangunan pada kiri, kanan serta belakang terlihat berlubang besar akibat dampak ledakan, sementara puing-puing material masih berserakan di lokasi kejadian.
Selain itu, tembok di sekitar area ledakan juga mengalami keretakan yang cukup signifikan sehingga berpotensi membahayakan dan rawan roboh.
Dampak ledakan bahkan terlihat hingga ke lantai dua bangunan yang turut mengalami kerusakan.
Di lokasi kejadian, garis polisi masih terpasang sebagai bentuk pengamanan.
Sejumlah perabotan rumah makan juga masih terlihat berada di antara puing-puing bangunan yang belum sepenuhnya dibersihkan.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!