TRIBUNPALU.COM - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi Juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), hadir dalam pertemuan audiensi strategis dengan manajemen PT PLN (Persero) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Pertemuan tersebut memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto membangun 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai langkah konkret menuju kemandirian energi nasional dan transisi energi hijau.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Pusat PLN itu menjadi wadah sinkronisasi antara Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan kebutuhan riil di daerah, khususnya percepatan program dedieselisasi serta pengembangan PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS).
APKASI menegaskan kesiapannya menjadi garda terdepan menyukseskan program strategis nasional ini, sekaligus mengatasi tantangan klasik ketersediaan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Ketua Umum APKASI juga Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyatakan, pemerintah kabupaten siap memberikan dukungan penuh bagi PLN.
Baca juga: Kapolres Morowali Lepas Personel Iktikaf, Tekankan Pembinaan Spiritual
"Kami mendengar bahwa kendala utama di lapangan adalah masalah lahan. APKASI berkomitmen penuh membantu PLN dalam proses koordinasi dan penyelesaian hambatan di daerah agar implementasi program 100 GW PLTS ini berjalan lancar demi mewujudkan kemandirian energi nasional," tegas Bursah.
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menekankan pentingnya program ini bagi daerah terpencil.
"Kemandirian energi bukan sekadar isu global, tetapi kebutuhan mendesak bagi masyarakat kita di daerah terpencil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa transisi energi, khususnya melalui PLTS dan BESS, dapat diakselerasi di wilayah-wilayah yang saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil," ujar Delis.
Ia menambahkan, sinergi antara pusat dan daerah harus menghasilkan dampak nyata.
"Kami menyambut baik komitmen PLN dalam percepatan penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik melalui penambahan kapasitas energi bersih. Harapan kami, sinergi ini tidak hanya menjadi angka dalam rencana strategis, tetapi mampu menjawab permasalahan klasik krisis listrik di pelosok, sehingga kemandirian energi yang berkelanjutan dapat terwujud nyata bagi masyarakat," tambah Delis.
Dalam pertemuan tersebut, Delis yang juga Waketum APKASI menjelaskan bahwa program 100 GW PLTS memiliki dimensi ganda: memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Baca juga: Dana DBH Morut Dipangkas, Siltab Kepala Desa Tertunda Karena Dana Terbatas
APKASI memfokuskan dua skema utama, yaitu program "1 Desa 1 Megawatt" serta dukungan penuh terhadap megaproyek 100 GW PLTS yang memanfaatkan potensi teknis surya nasional mencapai 7,7 TW.
Ketua Harian APKASI Dadang Supriatna yang juga Bupati Bandung menyatakan, hasil audiensi akan segera dibawa ke rapat Dewan Pengurus APKASI untuk merumuskan skema kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengapresiasi kesediaan APKASI berkolaborasi, dan EVP Perencanaan Strategis Pembangkitan PLN Parulian Noviandri menjelaskan bahwa skema 100 GW dirancang untuk membangun kapasitas baru serta menggantikan pembangkit berbasis bahan bakar minyak (BBM) dan gas.
Audiensi diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan implementasi dedieselisasi sesuai urgensi di setiap wilayah, dengan tetap memperhatikan tata ruang dan kelayakan teknis di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat keadilan akses energi hingga ke pelosok negeri sekaligus mendukung target Indonesia menjadi pemimpin energi hijau di Asia Tenggara. (*)