TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kontingen catur Kabupaten Sleman kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026.
Bertanding selama tiga hari, pada 2-4 April 2026, tim catur Sleman sukses mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun (hattrick).
Wakil Ketua PERCASI Sleman, Suranto, menyampaikan bahwa pada hari pertama, Rabu (2/4/2026), pertandingan mempertandingkan nomor catur cepat yang diikuti perwakilan dari kabupaten kota di DIY.
Dalam nomor ini, diperebutkan empat medali emas, masing-masing untuk perorangan putri, beregu putri, perorangan putra, dan beregu putra.
“Hasil hari pertama, Sleman berhasil meraih 3 medali emas dan 2 medali perak,” ujar Suranto, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, Kabupaten Bantul mengoleksi 1 emas dan 2 perunggu.
Kontingen Kota Yogyakarta dan Gunungkidul masing-masing memperoleh 1 perak dan 1 perunggu, sedangkan Kulon Progo belum berhasil meraih medali.
Baca juga: 4 Laga Sisa PSS Sleman di Putaran Ketiga Championship, Penentu Langkah Promosi ke Super League
Memasuki hari kedua dan ketiga, pertandingan berlanjut pada nomor catur klasik (standar).
Persaingan berlangsung ketat, dengan Kota Yogyakarta berhasil menambah 2 medali emas dari nomor perorangan putra dan beregu putra.
Kabupaten Bantul juga menambah 1 emas dari nomor perorangan putri.
Di sisi lain, Sleman yang diperkuat Herfesa bersaudara turut menambah 1 medali emas dari nomor beregu putri, memperkokoh posisi di puncak klasemen.
Dengan hasil tersebut, kontingen catur Sleman menutup ajang POPDA DIY 2026 sebagai juara umum dengan total raihan 4 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
“Ini adalah hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan official, serta dukungan dari berbagai pihak,” tambah Suranto.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada DISPORA Sleman, Pengkab PERCASI Sleman, orangtua atlet, serta masyarakat pecinta catur yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan konsistensi Sleman sebagai kekuatan utama cabang olahraga catur di DIY, sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi ke depan. (*)