Polisi Selidiki Dugaan Judi Sabung Ayam Terekam Kamera Viral di Anreapi Polman
Abd Rahman April 07, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Polisi kini menelusuri dugaan adanya praktek judi sabung ayam di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/4/2026).

Usai viralnya video beredar aksi judi sabung ayam yang terekam kamera diduga terjadi di Desa Kunyi.

Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko mengaku telah memerintahkan Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi untuk menindaklanjuti kabar praktik judi sabung ayam di wilayah tersebut.

"Saya sudah perintahkan kasat Reskrim untuk tindak lanjuti segera," tegas Anjar melalui pesan singkat.

Dia menyampaikan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) kini menyelidiki dugaan judi sabung ayam tersebut.

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 7 SMP Halaman 49 Kurikulum Merdeka: Mari Berlatih

Baca juga: Curhat Sawir, Nakes di Mamuju Tengah yang Mengabdi Sejak 2010 Kini Resah Pikirkan Nasib PPPK

Menyelidiki kebenaran video beredar merekam saat sejumlah warga bermain judi sabung ayam sembari teriak sewa menyewa.

Nampak dalam video puluhan warga adu ayam jago dibarengi dengan teriakan taruhan.

Aktivitas tersebut diduga dilakukan secara berpindah lokasi untuk menghindari pantauan petugas.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan itu kerap berlangsung di Dusun Tappang dan sekitarnya.

“Sering dilakukan di Dusun Tappang, dan bahkan tetap berjalan saat momen hari raya idul fitri kemarin,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, peserta sabung ayam tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar desa. 

Sementara arena disebut dibuka oleh warga lokal, menginisiasi permainan serta pengintaian.

“Pesertanya ada dari luar, tapi yang buka arena orang sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kunyi, Anri, berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah jika aktivitas tersebut terbukti terjadi.

“Kami berharap ada perhatian dari aparat berwenang untuk menghentikan kegiatan itu jika memang terjadi di wilayah kami,” ujar Anri saat dikonfirmasi.

Ia juga meminta Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung pengawasan agar kegiatan tersebut tidak terus berjalan.

Sementara itu, Babinsa Desa Kunyi, Koptu Firdaus, membenarkan adanya informasi terkait aktivitas judi sabung ayam.

Namun, menurutnya, para pelaku diduga telah mengantisipasi kehadiran aparat dengan cara mengintai di jalan.

“Informasinya ada, tapi mereka sudah pasang jaringan pemantau. Jadi kalau aparat masuk, mereka cepat bubar,” ujar Koptu Firdaus.

Ia menyebut, arena sabung ayam tidak menetap dan kerap berpindah lokasi, sehingga sulit dideteksi.

Selain itu, kondisi geografis desa yang berada di wilayah cukup jauh ke gunung menjadi kendala dalam pengawasan.

Kegiatan tersebut berlangsung rutin dalam sepekan, meski belum ada konfirmasi resmi terkait frekuensinya.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.Com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.