Berita Arema FC Hari Ini Populer: Persiapan Lawan Persebaya, 6 Poin Nota Kesepahaman Aremania
Sarah Elnyora Rumaropen April 07, 2026 07:35 AM

Bertempat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang telah direnovasi, Panpel Arema FC memastikan kesiapan teknis dan pengamanan berada pada standar tertinggi guna menghindari insiden masa lalu.

Keseriusan ini diperkuat dengan langkah proaktif suporter melalui konsolidasi akbar di Pendopo Panji, di mana tokoh-tokoh kunci Aremania dan aparat kepolisian menandatangani kesepakatan bersama demi menjamin keamanan tim tamu serta kelancaran pertandingan bertajuk Derby Jatim tersebut.

Berikut ulasan selengkapnya:

Kesiapan Infrastruktur Stadion Kanjuruhan

Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC terus mematangkan kesiapan jelang laga kandang menghadapi Persebaya Surabaya.

Derby Jatim super panas ini bakal digelar pada 28 April 2026 mendatang.

Sejumlah aspek, mulai dari infrastruktur stadion hingga skema pengamanan, menjadi fokus utama demi memastikan pertandingan berjalan aman dan lancar.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, mengungkapkan kesiapan panitia sejauh ini terus menunjukkan progres positif.

Erwin menyebut, pengalaman menggelar 13 laga kandang sebelumnya menjadi modal penting untuk menghadapi laga besar ini.

"Termasuk hari ini sudah ada 13 laga home yang terselenggara. Itu jadi bahan evaluasi kami untuk terus memaksimalkan pelayanan dan pengamanan," katanya saat ditemui SURYAMALANG.COM, Jumat (3/4/2026).

Erwin menegaskan, kesiapan Panpel tak lepas dari kondisi Stadion Kanjuruhan yang kini jauh lebih representatif usai direnovasi.

Perubahan signifikan pada infrastruktur dinilai meningkatkan standar keselamatan penonton, mulai dari penambahan pintu, perbaikan kelandaian tangga, hingga jalur evakuasi darurat.

"Dari sisi safety and security, stadion sekarang sangat mumpuni. Itu yang membuat kami lebih siap untuk menyelenggarakan pertandingan," tegasnya.

Bahkan, hasil penilaian risiko (risk assessment) dari kepolisian menunjukkan nilai yang cukup baik.

Simulasi Pengamanan dan Personel Gabungan

Tak hanya infrastruktur, Panpel juga terus mengasah skema pengamanan.

Setiap laga kandang dijadikan ajang simulasi untuk melihat kekurangan yang perlu diperbaiki.

Menurut Erwin, pertandingan melawan Malut United dan Persis Solo menjadi bagian dari proses uji coba sebelum menghadapi Persebaya.

"Laga-laga ini jadi simulasi. Apa yang kurang akan kami perbaiki di pertandingan berikutnya, supaya saat lawan Persebaya sudah lebih matang," jelasnya.

Baca juga: Bukti Tangguhnya Arema FC Tanpa 6 Pilar Asing, Anwar Rifai: Pemain Lokal Tidak Ada yang Jelek

Dalam setiap pertandingan, Panpel Arema FC melibatkan ratusan personel gabungan.

Sebagai gambaran, pada laga menghadapi Malut United, sekitar 670 personel diterjunkan yang terdiri dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga unsur suporter.

Jumlah tersebut dipastikan akan meningkat signifikan saat menghadapi Persebaya mengingat tingginya tensi pertandingan.

Panpel menargetkan agar Derby Jatim bisa berlangsung normal dengan dukungan koordinasi lintas pihak.

"Kami ingin pertandingan berjalan normal, seperti saat Arema bermain di Surabaya. Tapi tentu harus ada dukungan dari semua pihak," tandasnya.

Konsolidasi Arema One Blood dan Komitmen Suporter

Mengingat Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 masih membayangi, Presidium Aremania melakukan konsolidasi bertajuk "Arema One Blood" di Pendopo Panji Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026).

Acara tersebut dihadiri Forkopimda Malang Raya, komunitas Aremania, koordinator lapangan dari tiga wilayah (Malang Raya, Blitar, Pasuruan), serta jajaran pimpinan kepolisian.

General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan konsolidasi ini penting untuk ekosistem sepak bola.

Baca juga: Arema FC Tahan Imbang Malut United 1-1 Meski Kehilangan 7 Pemain Inti

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah," ujar Yusrinal.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah agar prestasi Arema FC terus meningkat.

"Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya," tambahnya.

Pesan Legenda dan Nota Kesepahaman 6 Poin

Momen mengharukan terjadi ketika legenda sekaligus pendiri Arema, Ovan Tobing, mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit melalui sikap dewasa.

"Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali," kata Ovan Tobing.

Ovan Tobing mengingatkan agar peristiwa kelam tidak terulang karena laga ini akan menjadi sorotan publik.

Baca juga: Hasil Pertemuan Aremania dan Manajemen Bajul Ijo Jelang Duel Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan

"Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab," tegasnya.

Puncak acara adalah penandatanganan nota kesepahaman berisi enam poin komitmen oleh perwakilan komunitas, korlap suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki, dengan saksi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion

2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit

3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan

4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban

5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama

6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.