TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) masih menyisakan aktivitas susulan.
Dikutip Tribun Manado berdasarkan akun resmi Facebook BMKG Sulut, Stasiun Geofisika Manado mencatat 1.241 gempa susulan hingga Selasa 7 April 2026 pagi pukul 06.00 WIB atau 07.00 WITA.
Data ini menunjukkan proses stabilisasi pasca guncangan besar.
Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG.
Gempa 7,6 Guncang Sulut
Guncangan gempa tersebut berpusat di laut.
"Gempa magnitudo 7,6 skala richter," dikutip dari akun X resmi BMKG, Kamis (2/4/2026).
Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA.
Pusat gempa berada di 127 kilometer tenggara Bitung, Sulut.
Koordinat titik gempa berada di 1.21 lintang utara (LU), dan 126.25 Bujur Timur (BT).
Kedalaman pusat gempa berada di kedalaman 18 kilometer.
Berikut data lengkap dari Info BMKG:
Info Gempa Mag:7.3, 02-Apr-26 05:48:14 WIB,
Lok:1.21 LU, 126.25 BT (127 km Tenggara BITUNG-SULUT),
Kedlmn:18 Km #BMKG
Dampak Gempa Sulut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi merilis data kerusakan akibat gempa tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Peristiwa gempa bumi yang juga menimbulkan kepanikan tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan laporan terbaru, dampak kerusakan di Sulawesi Utara tersebar di beberapa titik.
Di Kota Manado, guncangan hebat mengakibatkan kerusakan pada satu unit hotel, lima gedung perkantoran, serta fasilitas umum Gedung KONI Sario.
Sementara itu, di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah warga, satu kantor pemerintahan, dua rumah ibadah, dan satu akses jalan mengalami kerusakan.
Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Gedung KONI Sario, Manado.
Kanopi di sisi sebelah barat gedung tersebut runtuh total dan menelan korban jiwa.
Seorang warga bernama Deice Lahia (69) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Seorang saksi mata, Rasid Poli, menceritakan detik-detik mencekam saat gempa terjadi.
Kala itu, ia sedang beraktivitas mencangkul di samping gedung ketika bumi mulai berguncang hebat.
Dalam kepanikan, ia melihat korban berusaha menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya yang berada tepat di bawah naungan kanopi.
"Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi," ujar Rasid yang tampak masih trauma dengan kejadian tersebut.
Deice Lahia dikenal sebagai sosok yang sehari-harinya berdagang di sekitar lapangan KONI Sario.
Korban juga diketahui merupakan kakak kandung dari petinju kawakan asal Sulawesi Utara, Ilham Lahia.
Menurut keterangan saksi lain di lokasi, warga sebenarnya sempat memperingatkan Deice untuk segera berlari menjauh saat getaran mulai terasa.
Namun, korban diduga masih sibuk mengurus tanaman cabai (rica) miliknya sehingga terlambat menyelamatkan diri saat struktur bangunan ambruk.
Di lokasi kejadian, Rasid Poli hanya bisa terduduk lemas sambil menyesap air putih dan rokok untuk menenangkan diri setelah menyaksikan tragedi yang menimpa kerabat dekatnya tersebut.
Pasca gempa bumi dengan guncangan terkuat dalam 14 tahun terakhir tersebut, BMKG melaporkan ratusan gempa bumi susulan di mana puluhan lainnya turut dirasakan dengna skala getaran rata-rata magnitudo 5 koma.
Tindakan saat terjadi gempa
Berikut tindakan yang perlu Anda lakukan saat terjadi gempa:
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.
Berlindung di bawah meja adalah tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.
Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.
3. Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.
Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.
4. Di kerumunan
Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
Untuk mengindari hal tersebut kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.
5. Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
Hindari daerah dekat lereng karena ada kemungkinan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
Berhentilah di tempat dan berhentilah di sana.
(TribunManado.co.id/Ang)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK