Harga Emas Hari Ini Selasa 7 April 2026 Turun, Antam Jadi Rp2,945 Juta, Cek Galeri 24 dan UBS
Rheina Sukmawati April 07, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Harga emas hari ini, Selasa (7/4/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS terpantau mengalami penurunan.

Emas adalah instrumen safe-haven atau aset aman yang memiliki kemampuan untuk melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

Meski demikian, harga emas yang juga disebut XAU/USD di pasar global tidaklah statis, melainkan fluktuatif dengan pergerakan harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Sejumlah faktor utama yang menentukan harga emas di antaranya adalah kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik, kekuatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), hingga tingkat permintaan pasar.

Pada awal tahun ini, harga emas sempat mengukir sejarah baru setelah berhasil menembus level Rp3 juta per gram.

Namun, memasuki bulan Maret, nilai emas perlahan mulai terkoreksi dan terus mengalami fluktuasi hingga menyebtuh Rp2,8 juta per gram.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB, harga emas dalam fluktuasi harian terpantau mengalami penurunan setelah pasar sempat beroperasi terbatas akhir pekan lalu karena peringatan Jumat Agung hingga Paskah.

Untuk gramasi 1 gram, harga emas Antam terpantau mengalami penurunan sebesar Rp27.000 dari Rp2.972.000 menjadi Rp2.945.000.

Baca juga: Cicil Emas Jadi Strategi di Tengah Fluktuasi Harga, Pakar Ekonomi: Momentum Investasi Aman

Kemudian, harga emas Galeri 24 mengalami penurunan sebesar Rp10.000 dari Rp2.870.000 menjadi Rp2.860.000.

Sementara, harga emas UBS mengalami penurunan sebesar dari Rp11.000 Rp2.885.000 menjadi Rp2.874.000.

Berikut adalah daftar harga emas hari ini dilansir dari laman resmi Pegadaian selengkapnya:

Harga emas Antam 

  • 0,5 gram: Rp1.525.000 
  • 1 gram: Rp2.945.000 
  • 2 gram: Rp5.827.000 
  • 3 gram: Rp8.714.000 
  • 5 gram: Rp14.488.000 
  • 10 gram: Rp28.918.000 
  • 25 gram: Rp72.163.000 
  • 50 gram: Rp144.243.000 
  • 100 gram: Rp288.405.000

Harga emas Galeri 24 

  • 0,5 gram: Rp1.500.000 
  • 1 gram: Rp2.860.000 
  • 2 gram: Rp5.650.000 
  • 5 gram: Rp14.022.000 
  • 10 gram: Rp27.970.000 
  • 25 gram: Rp69.549.000 
  • 50 gram: Rp138.986.000 
  • 100 gram: Rp277.836.000 
  • 250 gram: Rp692.883.000 
  • 500 gram: Rp1.385.766.000 
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.771.531.000

Harga emas UBS 

  • 0,5 gram: Rp1.553.000 
  • 1 gram: Rp2.874.000 
  • 2 gram: Rp5.703.000 
  • 5 gram: Rp14.090.000 
  • 10 gram: Rp28.033.000 
  • 25 gram: Rp69.944.000 
  • 50 gram: Rp139.600.000 
  • 100 gram: Rp279.091.000 
  • 250 gram: Rp697.521.000 
  • 500 gram: Rp1.393.404.000

Cicil Emas Jadi Strategi di Tengah Fluktuasi Harga

Pergerakan harga emas yang sempat menyentuh Rp3 juta per gram kini memasuki fase koreksi. 

Harga emas global pada akhir Maret 2026 menunjukkan tren pemulihan teknikal ke level US$4.526 per ons troi setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam berada di kisaran Rp2.937.000 per gram. 

Kondisi ini dinilai sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mencicil investasi emas.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan koreksi harga saat ini merupakan hal wajar setelah lonjakan signifikan sebelumnya.

Rizaldy menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu harga benar-benar turun dalam, melainkan mulai mencicil pembelian emas secara bertahap.

“Bagi masyarakat, kondisi saat ini justru dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas secara bertahap. Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujar praktisi keuangan ini, Senin (30/3/2026). 

Ia menyebut, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun masyarakat perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi.

“Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan pada tujuan keuangan jangka panjang,” pungkasnya.

Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini mencerminkan pola “koreksi sehat” di pasar, dengan aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju harga, meski secara fundamental emas masih ditopang kondisi global yang tidak menentu.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026: Gadai Jadi Andalan, Emas Jadi Pilihan Investasi

“Pergerakan harga emas saat ini menunjukkan pola koreksi sehat setelah sebelumnya mengalami rally yang cukup tinggi hingga menembus Rp3 juta per gram. Koreksi ke kisaran Rp2,8 juta mencerminkan adanya profit taking di pasar, namun secara fundamental, emas masih didukung oleh ketidakpastian global dan permintaan sebagai aset safe haven,” jelasnya.

Rizaldy menambahkan, peluang harga emas kembali menguat tetap terbuka. 

Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kembali menguji level Rp3 juta per gram jika tekanan geopolitik dan ekonomi global berlanjut.

“Di sisi lain, jika tensi geopolitik dan tekanan ekonomi global berlanjut, emas berpotensi kembali menguat dan menguji level Rp3 juta per gram. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor suku bunga dan pergerakan dolar,” katanya.

Dalam jangka pendek, ia tidak menutup kemungkinan harga emas menyentuh Rp2,5 juta per gram, terutama jika terjadi penguatan dolar AS atau kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

“Namun, selama kondisi geopolitik dan ekonomi global masih tidak stabil, tren jangka menengah emas cenderung tetap menguat dan berpotensi kembali menembus Rp3 juta per gram,” tambahnya.

Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global.

(Tribunjabar.id/Rheina/Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.