Nabire Siaga: Personel Gabungan Kawal Aksi Demonstrasi Front Rakyat Bersatu
Marius Frisson Yewun April 07, 2026 09:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, ​NABIRE – Situasi di sejumlah titik strategis di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, terpantau mengalami peningkatan pengamanan yang ketat pada Selasa pagi, (7/4/2026).

Hal ini menyusul adanya aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Front Rakyat Bersatu mengenai konflik berdarah di Kabupaten Dogiyai, dan penolakan aktivitas pertambangan di Papua Tengah.

​Pantauan Tribun-Papua.com, pergerakan massa dan penjagaan aparat mulai terlihat sejak pukul 08.30 WIT di sejumlah titik seperti, kawasan Siriwini, tepatnya depan jalan masuk KPR yang berdekatan dengan RSUD Nabire.

Baca juga: Kapolda Papua Tengah Copot Kapolres Dogiyai Mince Mayor Pasca-kericuhan Berdarah

Di situ terlihat aparat keamanan sudah bersiaga penuh.

Terpantau sekitar 20 warga sipil telah berkumpul sambil menyampaikan aspirasi mereka.

Sementara di sekitar area  Pasar Karang Tumaritis, terlihat puluhan massa juga sudah ramai untuk melakukan orasi secara bergantian.

Baca juga: Polres Nabire Larang Penjualan BBM Eceran dan Miras Selama Aksi Massa pada 7 April 2026

Meski suasana cukup riuh, aksi terpantau masih berjalan di bawah pengawasan ketat.

Sedangkan di sekitar wilayah Pertigaan Jepara maupun depan Kampus Wilayah Uswin, Personel gabungan TNI-Polri juga telah ditempatkan di titik-titik ini.

Namun belum terlihat ada masa yang berkumpul.

Sedangkan untuk aktivitas masyarakat maupun ekonomi di sejumlah titik yang ada, masih terpantau lancar.

Baca juga: Warga Fakfak Sindir Pemerintah: Retribusi Dipungut, Jalan Berlubang Dibiarkan Jadi Kolam

Kendaraan roda dua maupun empat, terlihat berjalan tanpa hambatan.

​Sekedar informasi, sebelumnya Kapolres Nabire saat ini adalah AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, untuk memberi jaminan keamanan kepada warga dan ketertiban umum, otoritas keamanan telah melakukan pengawalan.

"Jadi sebanyak 785 personel Polri, TNI maupun Satpol-PP diterjunkan ke sejumlah titik-titik kumpul masa," kata AKBP Samuel, Senin, (6/5/2026).

Sedangkan langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan bahwa hak warga dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, namun tanpa mengganggu aktivitas publik lainnya atau merusak fasilitas umum.

Baca juga: Dua Tersangka Korupsi Dermaga Marampa Sudah di Sel, Direktur PT IVT Masih Bebas Karena Sakit

Jurnalis Tribun-Papua.com, juga masih berada Pasar Karang Tumaritis sebagai pusat titik masa untuk memantau seluruh aktivitas penyampaian aspirasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.