SURYA.CO.ID, SURABAYA - Proses pergantian kursi pimpinan tertinggi parlemen Kota Surabaya resmi memasuki babak akhir. Setelah berpulangnya mendiang Adi Sutarwijono, DPP PDI Perjuangan kini tengah melakukan finalisasi untuk menunjuk kader terbaik sebagai Ketua DPRD Surabaya.
Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, mengonfirmasi bahwa tahapan ini tinggal menunggu waktu penugasan resmi dari pusat.
Ia menegaskan, bahwa seluruh mekanisme berada di bawah kewenangan penuh DPP PDIP.
"Sudah berproses dan tinggal menunggu waktu penugasan DPP. Siapa yang ditugaskan menjadi ketua DPRD, semua kewenangan DPP PDIP," ujar Armuji saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (7/4/2026).
Tokoh senior PDIP, Saleh Mukadar, menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan ini tidak sembarangan.
Menurutnya, partai memiliki pedoman regulasi yang tertuang dalam AD/ART untuk menentukan sosok yang layak memimpin parlemen.
Beberapa poin krusial yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih Ketua DPRD Surabaya antara lain:
"Kandidat ketua DPRD juga harus diterima semua anggota agar tidak melahirkan faksi di internal," tegas Saleh Mukadar.
Setidaknya ada 11 anggota Fraksi PDIP yang memiliki peluang sama. Namun, sejumlah nama senior dan potensial mulai mengerucut ke permukaan. Berikut adalah deretan figur yang santer dikaitkan:
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, menilai siapa pun yang terpilih nantinya harus bisa menjaga sinergi dengan Wali Kota Surabaya, agar program pembangunan kota tetap berjalan efektif.
PDI Perjuangan secara konsisten memenangkan Pileg di Surabaya, termasuk pada 2024 dengan raihan 11 kursi. Posisi Ketua DPRD Surabaya, merupakan hak konstitusional partai pemenang. Pengisian jabatan ini mendesak dilakukan, untuk memastikan fungsi pengawasan dan penganggaran di legislatif tetap berjalan optimal pasca-kekosongan kursi pimpinan.