TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Tiga siswi SMA Katolik Frateran Maumere berhasil menyumbang tiga medali untuk Dojang Takwondo Derina Winners Club Sikka dalam Open Turnamen PPA Liliba di GOR Flobamor, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 26-28 Maret 2026.
Siswa tersebut adalah Dea Ananda Putri kelas 12, Maharani Kartika Putri Ipaubla (kelas 10), dan Aurelia Constansia Masangin (Kelas 10). Tiga siswi ini bergabung dalam Dojang Takwondo Derina Winners Club Sikka.
Pelatih ekstrakurikuler Taekwondo SMAK Frateran Maumere ini , Albert Keytimu, mengatakan SMAK Frateran Maumere mengirim enam atlet dari 22 atlet Dojang Takwondo Derina Winners Club Sikka yang turun dalam kompetisi ini.
Dia menyebut Dojang Takwondo Derina Winners Club Sikka mendulang 12 medali, di antaranya dua medali emas, satu perak, dan sembilan perunggu. Tiga medali perunggu dari siswi SMAK Frateran Maumere.
Baca juga: Sepuluh Siswa SMAK Frateran Maumere Borong Medali di Ajang Nasional Quantum Student Olympiad 2026
"Enam atlet dari SMAK Frateran Maumere, 3 meraih medali perunggu dan 3 belum beruntung. Mereka sudah berusah maksimal di lapangan dengan waktu persiapan kurang lebih satu bulan,"kata Albert Keytimu, saat mengantar para atlet kembali ke sekolah, Selasa (7/4/2026).
Albert juga mengakui, dalam pertandingan ini para atlet harus melawan atlet nasional dari salah satu dojang yang dipersiapkan untuk mengikuti Pra PON 2027. Bagi Albert, lawan yang cukup berat ini menjadi parameter penting untuk menguji ketahanan mental dan fisik para atletnya di tengah tekanan kompetisi tingkat tinggi.
Senada dengan Albert, Dea Ananda Putri, siswi kelas XII SMAK Frateran Maumere yang berhasil menyabet medali perunggu dalam kompetisi ini, mengakui bahwa tensi pertandingan di lapangan sangatlah tinggi.
"Lawan-lawan yang saya hadapi memang cukup berat, terutama dari sisi pengalaman bertanding dan teknik. Ada tekanan tersendiri saat tahu harus berhadapan dengan atlet-atlet yang dipersiapkan untuk level nasional," ujar Dea saat ditemui usai pertandingan.
Meski harus puas di posisi ketiga, raut kebahagiaan tetap terpancar dari siswi kelas akhir ini. Ia menganggap medali perunggu yang diraihnya adalah kado manis sekaligus pembuktian atas latihan keras yang selama ini dijalani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAK Frateran Maumere, Frater Agustinus Sirilus, BHK, memberikan apresiasi tinggi bagi para siswa yang telah berjuang dalam kompetisi tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak sekolah berkomitmen memberikan penghargaan (reward) bagi para siswa berprestasi serta pelatih yang berhasil memenuhi target.
"Saya sangat mengapresiasi perjuangan dan prestasi kalian. Juara atau tidak bukan menjadi beban utama, namun yang paling berharga adalah prosesnya. Kalian telah bertarung dengan sangat baik, menunjukkan disiplin tinggi, dan menjunjung sportivitas di arena," ujar Frater Agustinus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prestasi ini akan menjadi pijakan untuk pembenahan internal. Dalam waktu dekat, Agustinus berencana mengumpulkan seluruh pelatih ekstrakurikuler di SMAK Frateran Maumere untuk mengevaluasi dan membahas target masing-masing bidang.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan pembinaan minat dan bakat siswa berjalan terukur, sehingga mampu terus meningkatkan capaian prestasi sekolah di berbagai level kompetisi.
Open Turnamen PPA Liliba digelar di Gedung GOR Flobamor, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 26–28 Maret 2026.
Sebanyak 800 atlet dari 30 dojang se- NTT terlibat dalam pertandingan ini yakni Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, Sikka, Sumba Barat, dan Flores Timur.