Ternate (ANTARA) - Basarnas melalui Kantor SAR Ternate berkolaborasi bersama BNPB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dan Pemkot Ternate melakukan droping bantuan logistik ke pulau Batang Dua menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate Iwan Ramdani dihubungi di Ternate, Selasa, mengatakan kapal tersebut membawa bantuan logistik dari BNPB, Pemprov Malut serta Pemerintah Kota Ternate dan Bantuan dari BPBD Kota Ternate, Wasana Sentra Bahagia Ternate, Dinas Sosial, Harita Nickel maupun instansi terkait lainnya.
Menurut Iwan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh proses penanganan setelah bencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta pihak terkait, seperti TNI/Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, BMKG, PUPR, Operator Telkomsel, PLN, pihak swasta, dan relawan.
"Bantuan logistik berupa beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, susu kental manis, air mineral, susu SGM, Selimut, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan barang lainnya untuk dibagikan pada masyarakat di Kecamatan Batang Dua yang terdampak gempa," katanya.
Sehingga, kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi secepatnya agar kondisi dapat bisa kembali normal.
Sebelumnya, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman memimpin langsung perjalanan ke Pulau Batang Dua beserta jajaran Forkopimda Kota Ternate serta BNPB, BPBD, BMKG, Dinas Sosial, dan instansi terkait.
Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi magnitudo 7,6 Kota Ternate, Maluku Utara melaporkan hingga hari keenam gempa bumi tercatat jumlah pengungsian di Kecamatan Pulau Batang Dua sebanyak 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga.
Selain itu, para korban yang mengungsi berada di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi di Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan saat ini mereka masih mengungsi, karena masih rasa trauma dengan adanya kejadian gempa bumi yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.48 WIT dengan disertai peringatan dini tsunami yang dikeluarkan pihak BMKG.
Rizal menjelaskan sebanyak enam kecamatan di Kota Ternate yang terdampak, tetapi wilayah terparah adalah Kecamatan Pulau Batang Dua, karena wilayah mereka sangat berdekatan dengan pusat gempa bumi.
"Akibatnya banyak bangunan rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan maupun rumah ibadah seperti gereja," kata Ketua Posko.





