Perlawanan Bapak Hajat di Purwakarta Saat Dianiaya Preman Hingga Tewas, Sempat Lari ke Pelukan Anak
Vivi Febrianti April 07, 2026 01:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dadang, tuan rumah hajatan di Purwakarta yang tewas dianiaya preman rupanya sempat melarikan diri.

Dadang bahkan sempat berlindung ke pelukan putrinya.

Namun pelaku malah terus mengejar Dadang, lalu memukul korban di depan sang putri.

Dadang pun kemudian sesak napas di depan pelaminan dan diduga meninggal dunia sebelum dibawa ke rumah sakit.

Anak korban menceritakan bahwa saat kejadian dirinya melihat sang ayah sedang duduk dekat terduga pelaku.

"Waktu itu saya lagi ngurusin di dalam, ketika keluar ngelihat ada tiga orang itu. Dua orang duduk di sebelah kiri dan kanan, bapak di tengah-tengah, yang satu orang berdiri," kata anak korban dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (7/4/2026).

Sang putri kemudian bertanya kepada korban ada masalah apa.

"Aku tanya 'ada apa pak', katanya ini mau minta lagi jatah, cuma sama kita gak dikasih karena banyak tamu. Gak enak, sedang pemotretan juga," tuturnya.

Kemudian sang anak melihat ada satu orang yang mereka kenal, datang menghampiri sang ayah.

Pria bernama Kendi itu mengaku datang untuk menarik ketiga temannya yang mendatangi Dadang.

Namun rupanya ia justru meminta jatah ke pemain organ.

"Cuma si A Kendi ini sama yang satu orang masuk lewat tenda, dua orang lagi di belakang tenda. Terus berhenti di organ, di panggung, meminta uang ke pemain organ," kata dia.

Bahkan saat itu sempat terjadi cekcok dan ketegangan antara para pelaku dan pemain organ.

"Di situ ada baku hantam antara kru organ dengan mereka," kata dia lagi.

Sebagai pemilik hajatan, Dadang pun mencoba melerai dan mengingatkan kalau para pelaku sudah diberi uang.

"Kemudian bapak lihat, 'teh jangan dikasih lagi, karena kan udah'," kata sang anak menirukan ucapan Dadang.

Ternyata ucapan Dadang itu membuat pelaku emosi dan mengejarnya.

Dadang yang sempat lari itu pun lalu dipukul dari belakang oleh pelaku.

"Dianya emosi ke bapak, bapak dikejar ke sini. Aku melukin bapak biar gak emosi juga. Biar jangan ada kerusuhan. Pas dipeluk di sini, diamanin di sini, ada yang lari ke bapak, dipukul pake bambu," kata dia.

Baca juga: Dedi Mulyadi Kutuk Pembunuh Pemilik Hajat Purwakarta, Keluarkan Ultimatum Maut: Musuh Bersama

Saat itu, lanjut dia, sang ayah masih sempat sadar.

"Bapak masih sadar, aku amanin ke depan pelaminan, pas lihat ke kiri mamang (adik korban) lagi dikeyorok," ujarnya.

Menurut keterangan para saksi, adik korban dikeroyok oleh delapan orang.

Saat kejadian, kata dia, ada hansip yang berusaha melerai namun kalah tenaga oleh para pelaku.

Dadang pun akhirnya meninggal dunia, bahkan diduga sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Di depan pelaminan bapak udah sesek napas, ketika dipindah ke sini udah gak ada. Pas aku bawa ke RS udah gak ada, dicek EKG juga. Karena aku membelakangi, aku gak lihat pelakunya," kata dia.

"Setelah bapak meninggal mereka langsung kabur. Kayaknya takut," tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saepul Uyun, mengatakan kalau alasan para pelaku meminta uang untuk membeli minumal keras.

"Terduga pelaku meminta uang karena dia tidak bekerja, kemudian meminta uang dengan dalih untuk keamanan dan membeli minum minuman beralkohol," tuturnya dikutip dari TV One.

Ia juga membenarkan kalau terduga pelaku dan korban tinggal dalam satu kawasan yang sama.

"Hasil olah TKP dan penyelidikan, terduga pelaku memang satu kawasan di sekitar desa tersebut," ucapnya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.