Jakarta (ANTARA) - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB-PTKIN) akan mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) 2026 secara serentak pada hari ini, Selasa (7/4), pukul 15.00 WIB.
“Panitia Nasional bekerja sama dengan Panitia Lokal telah bekerja maksimal untuk memastikan seluruh tahapan seleksi SPAN-PTKIN 2026 berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) yang ketat,” ujar Koordinator Pokja Penjaminan Mutu PMB PTKIN Tahun 2026, Zulfahmi Alwi dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.
Menurut Zulfahmi, proses penentuan kelulusan dilakukan dengan sangat ketat dan transparan. Panitia memastikan seluruh data yang masuk, baik itu nilai rapor maupun prestasi lainnya, telah diverifikasi dengan seksama untuk menjamin keadilan dan perlakuan yang sama bagi seluruh peserta.
Zulfahmi mengatakan hasil kelulusan dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi https://pengumuman-span.ptkin.ac.id/ dengan memasukkan nomor pendaftaran masing-masing.
Bagi siswa yang nantinya dinyatakan belum beruntung di jalur SPAN-PTKIN, Panitia Nasional mengingatkan masih ada kesempatan melalui jalur UM-PTKIN (Ujian Masuk PTKIN) yang pendaftarannya dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abdul Aziz mengatakan antusiasme lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan studi di PTKIN menunjukkan tren positif.
Panitia Nasional mencatat total pendaftar mencapai 143.948 siswa yang berasal dari 12.174 satuan pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal (PDF)/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)/Mu'adalah Muallimin/Mua'dalah Salafiyah/sederajat.
Menurut dia, tingginya minat pendaftar merupakan bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di lingkungan kampus Islam negeri.
"Masyarakat saat ini melihat PTKIN sebagai solusi pendidikan yang komprehensif. Kita menawarkan integrasi keilmuan yang kokoh, biaya pendidikan yang terjangkau, namun tetap dengan standar akademik kelas dunia,” kata Aziz.





