Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Warga Pertimbangkan Beralih ke Kapal Laut
Ari Maryadi April 07, 2026 01:21 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Harga tiket pesawat diperkirakan bakal mengalami lonjakan dalam waktu dekat.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar avtur yang disebut mencapai hingga 72,5 persen.

Isu tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Salah satu penumpang, Saniem, mengaku sudah merasakan adanya perbedaan harga tiket dalam beberapa hari terakhir.

Ia membeli tiket rute Kupang–Makassar seharga Rp1,6 juta, atau selisih sekitar Rp100 ribu dibandingkan harga sebelumnya.

“Beda Rp100 ribu kemarin sama tiket dari Kupang ke Makassar,” katanya saat ditemui di terminal keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (7/4/2026).

Saniem berharap harga tiket tidak mengalami kenaikan, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak stabil.

“Kalau bisa harga tiket jangan dikasih naiklah, karena kita masyarakat kecil. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang merosot. Kalau bisa harga tiket tetap seimbang atau turun agar warga tidak susah bepergian, apalagi kalau yang berangkat banyak,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, dirinya bersama dua orang lainnya menggunakan maskapai Lion Air untuk perjalanan tersebut.

Menurutnya, sebelumnya harga tiket sempat menyentuh Rp2,8 juta saat ia mencari jadwal pada Senin (6/4/2025) kemarin.

Namun, setelah mencari penerbangan termurah, ia akhirnya mendapatkan tiket seharga Rp1,6 juta untuk keberangkatan hari ini.

Jika harga tiket pesawat terus meningkat, Saniem mengaku akan mempertimbangkan beralih ke moda transportasi lain, seperti kapal laut.

“Kalau mahal sekali, kemungkinan akan pakai kapal laut saja. Harganya lebih murah, sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu dari Kupang ke Makassar, begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan penumpang lainnya, Muhammad Soleh, yang hendak terbang menuju Papua.

Ia mengaku tidak setuju jika harga tiket pesawat terus mengalami kenaikan tanpa batas yang jelas.

“Dibuatkan batas kewajarannya saja, supaya tetap bisa dijangkau masyarakat. Kalau naik terus, sangat berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Soleh, kenaikan harga tiket juga berpotensi membuat masyarakat beralih ke transportasi laut.

Ia menyebutkan, sebelumnya sempat mendapatkan tiket rute Makassar–Papua seharga Rp3,8 juta, yang masih dianggap normal.

Namun, ia mengaku terkejut saat mengetahui rekannya membeli tiket dengan harga mencapai Rp5 juta.

“Kemarin saya dapat Rp3,8 juta itu masih normal. Tapi teman sempat beli sampai Rp5 juta, itu sudah tidak normal,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.