Merasa Tersudut, Mashuda Kakek Viral di Sidoarjo Tutup Akses Jalan Bakal Tempuh Jalur Hukum
pairat April 07, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM - Viralnya video penutupan jalan di sebuah perumahan di Sidoarjo berbuntut panjang.

Seorang kakek yang terekam dalam aksi tersebut akhirnya buka suara, merasa dirinya disudutkan publik tanpa penjelasan utuh, hingga kini siap membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Peristiwa bermula di Perumahan Sidokare Asri, saat seorang warga RT 53 RW 16 menutup sebagian akses jalan di depan rumahnya.

Aksi itu terekam CCTV dan cepat menyebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat ia memasang plang serta menggunakan alat jemuran sebagai penghalang kendaraan.

Dampaknya, warga yang biasa melintas harus mencari jalur lain, memicu ketegangan hingga adu argumen di lokasi.

Kakek bernama Mashuda kemudian memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan tindakannya bukan tanpa alasan, melainkan demi keselamatan keluarganya, terutama sang cucu.

“Tujuan saya cuma satu, mengantisipasi keselamatan cucu saya kalau keluar. Enggak ada saya membenci seseorang, saya mengerti aturan kok,” kata Mashuda, Minggu (05/04/2026).

Menurutnya, penutupan itu bukan untuk melarang akses sepenuhnya, melainkan agar pengendara mengurangi kecepatan saat melintas di depan rumahnya.

Namun setelah video tersebut viral, respons publik justru berbalik menyudutkan dirinya.

Merasa dirugikan karena narasi yang berkembang tidak sesuai fakta versi dirinya, Mashuda pun mengambil sikap tegas.

“Saya jelas melakukan tempuh hukum. Saya nanti ke Polresta, mau ketemu sama Kanit Reskrim bagian IT untuk menindaklanjuti kronologi fakta yang sudah diambil kepada saya,” tegasnya.

KAKEK TUTUP JALAN - Tangkapan layar rekaman CCTV aksi warga yang menutup sebagian jalan perumahan, Minggu (05/04/2026).
KAKEK TUTUP JALAN - Tangkapan layar rekaman CCTV aksi warga yang menutup sebagian jalan perumahan, Minggu (05/04/2026). (Instagram/KOMPAS.com/JACK ROBBY DAMARJATI)

Baca juga: Dalih Kakek di Sidoarjo Blokir Jalan Demi Cucu, Klaim Bukan Fasilitas Umum: Bisa Lewat Jalan Lain

Kronologi Percekcokan di Lapangan

Ketua RT 53, Abdul Rofik, membenarkan bahwa kejadian dalam video tersebut bermula secara spontan. Ketegangan muncul saat seorang warga tidak bisa melintas karena akses jalan tertutup.

“Benar memang kejadian tersebut yang lagi viral. Kejadian itu memang spontan ya, jadi salah satu warga yang hendak mau keluar, jadi melewati gang tersebut dan mengalami kejadian tersebut dan langsung merekamnya,” ungkapnya.

 Menurut keterangan warga, aksi penutupan jalan ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, pada kejadian terakhir, penutupan dilakukan secara total hingga menutup seluruh badan jalan, sehingga memicu emosi pengguna jalan.

Upaya Mediasi untuk Redam Konflik

Melihat situasi yang memanas, pengurus lingkungan segera mengambil langkah untuk meredakan konflik. Proses mediasi pun telah dilakukan guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

 “Sudah, tadi malam sudah ada mediasi dan rencananya besok sudah diselesaikan sama pihak kelurahan,” pungkas Abdul Rofik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.