TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan kontroversial yang dilontarkan pengamat politik Saiful Mujani terkait Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan singkat dari pihak Istana.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengaku belum mengikuti secara rinci pernyataan tersebut karena kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan.
“Wah, saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Itu kira-kira,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan bahwa saat ini Presiden Prabowo tengah fokus pada agenda-agenda besar dan strategis dalam menjalankan pemerintahan.
“Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” katanya.
Baca juga: Hercules Adu Argumen dengan Menteri Maruarar, Tantang Negara soal Lahan Kosong Tanah Abang
Seruan Jatuhkan Presiden Picu Sorotan
Sebelumnya, Saiful Mujani yang dikenal sebagai pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo.
Dalam sebuah video ceramah yang beredar di media sosial, ia bahkan menyerukan upaya menjatuhkan Presiden di luar mekanisme formal pemakzulan.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
“Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. Bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, melainkan menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujarnya.
Baca juga: Jadwal Pesawat Jambi-Medan Langsung Tanpa Transit, Harga Rp2,2 Juta
Kritik Program Pemerintah Disebut ‘Gentong Babi’
Tak hanya itu, Saiful juga mengkritik sejumlah program unggulan pemerintah yang ia nilai sebagai praktik “pork barrel politics” atau politik gentong babi.
Konsep tersebut merujuk pada penggunaan anggaran negara untuk kepentingan politik, terutama dalam upaya mempertahankan kekuasaan menjelang pemilu.
Dalam unggahan di media sosial X, ia menyebut berbagai program pemerintah sebagai bagian dari strategi politik tersebut.
“Bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini,” tulis Mujani.
Istana Pilih Fokus pada Agenda Pemerintahan
Menanggapi kritik tersebut, pihak Istana tidak memberikan respons panjang.
Pernyataan Teddy mengindikasikan bahwa pemerintah memilih tetap fokus menjalankan program kerja dan agenda strategis nasional di tengah berbagai kritik yang berkembang di ruang publik.
Situasi ini menambah dinamika politik nasional menjelang tahun-tahun politik berikutnya, di mana perdebatan mengenai arah kebijakan dan demokrasi diperkirakan akan semakin menguat.