Sebanyak 5 pekerja tambang emas tertimbun material tanah longsor di kawasan SP 9, Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kesaksian warga di media sosial, peristiwa nahas ini diduga terjadi pada Senin (6/4/2026) malam.
Setidaknya terdapat 5 orang yang dilaporkan tertimbun dalam kejadian tersebut.
Empat korban sebelumnya telah ditemukan pada malam hari, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya dalam kondisi kritis.
Korban yang ditemukan pada Selasa (7/4/2026) pagi merupakan orang terakhir yang dicari oleh tim gabungan dan warga.
Berdasarkan dokumentasi visual yang diperoleh TribunnewsSultra.com, Selasa, proses evakuasi berlangsung dramatis.
Puluhan warga setempat berupaya menggali material longsor dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya satu unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pencarian.
Upaya pencarian tanpa henti tersebut akhirnya membuahkan hasil saat jenazah korban ditemukan di kedalaman material longsor.
Namun, saat dievakuasi, pekerja terakhir sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Seorang saksi mata, Kartika Putri, melalui keterangan tertulisnya menyatakan proses pencarian dilakukan secara bertahap sejak Senin malam hari.
"Pagi ini baru ditemukan lagi yang terakhir," ujarnya, Selasa pagi.
Hingga Selasa sore, pihak Kepolisian Resor Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti maupun status legalitas lokasi pertambangan tersebut.
Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim dikonfirmasi belum memberikan jawaban.
Desa Wumbubangka dapat ditempuh naik mobil atau motor dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, sejauh 151 kilometer atau 4 jam berkendara.(*)