SURYA.CO.ID SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mencak mencak dan gemas selama menginterogasi sejumlah remaja anggota kelompok gangster yang hendak tawuran menyerang kelompok gangster di kawasan Jalan Jalan Prof Dr. Moestopo, Surabaya, pada Minggu (5/4/2026) dini hari.
Selain jawabannya berbelit-belit setiap dicecar pertanyaan. Para anggota gangster tersebut berhasil diciduk anggota Polisi yang sedang berpatroli dengan barang bukti senjata tajam jenis celurit panjang.
Untungnya, tidak ada korban dalam aksi penyerangan yang dilakukan oleh para remaja anggota gangster tersebut. Hanya saja, ada satu orang anggota Polisi yang terluka karena terjatuh saat pengejaran.
Momen interogasi tersebut sempat didokumentasikan berupa video lalu diunggah melalui akun Instagram (IG) @Luthfie.daily.
"Intinya kamu diajak berantem di mana? lawannya siapa?" tanya Luthfie, dalam video unggahan IG @Luthfie.daily seperti yang dilihat SURYA.CO.ID, pada Selasa (7/4/2026).
Baca juga: 8 Remaja Gengster Bikin Resah Kawasan GKB Diamankan Polres Gresik
Salah satu remaja mengaku bukan bertindak sebagai ketua. Melainkan anggota biasa. Bahkan, dirinya juga tidak tahu siapa sosok kubu lawannya.
"Bukan saya ketuanya. Enggak tahu saya pak," jawab si anggota gangster.
Kemudian, Luthfie kembali mencecar mereka yang sudah merencanakan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam pada dini hari.
"Yang kamu cariin apa? Masalahnya apa?
Tawuran sama siapa?" cecar Luthfie kembali.
Baca juga: Konvoi Berdarah di Gresik: 4 Orang Dikeroyok Gengster, Polisi Amankan 6 Terduga Pelaku
Namun, si anggota gangster dengan polosnya menyebutkan bahwa kubu lawan yang menjadi target penyerangan adalah kelompok gangster lain.
"Engga tahu lawannya. Lawan gangster pak."
Luthfie kembali mencecar, "gangster kan kamu?"
Jawab salah satu anggota gangster, "Iya pak (kami gangster All Star)."
"Kumpul di Galaxy, diajak tawuran. Saya enggak tahu musuhnya. Cuma ikut doang."
"Kalau video ini, ketemu di jalan."
"Musuh saya banyak di jalan."
Kemudian, Luthfie menanyakan kabar salah satu personelnya yang dikabarkan mengalami luka ringan saat melakukan pengejaran terhadap para anggota gangster.
"Anggota yang sakit bagaimana? Dijahit."
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, anggota Respati Satuan Samapta Polrestabes Surabaya berhasil menangkap delapan orang remaja terduga anggota gangster, dalam operasi Jogo Suroboyo, pada malam itu.
Selain menangkap mereka, petugas juga berhasil menyita dua bilah celurit panjang yang diduga kuat merupakan senjata untuk menyerang kelompok gangster lain.
Setelah diselidiki ternyata, dua unit senjata tajam itu milik dua orang anggota terduga gangster.
Yakni ABS (22) warga Tambaksari, Surabaya, pemilik sajam jenis celurit warna abu-abu, dan EBS (17) warga Kenjeran, Surabaya, pemilik sajam jenis celurit warna ungu.
Keduanya kini dikenakan Pasal 307 KUHP tentang kepemilikan senjata tajam.
"Tawuran antar gangster yang berada di sekitaran perempatan traffic light Jalan Prof Dr Moestopo dengan masing-masing kubu yang bentrok salah satunya ada yang membawa senjata tajam jenis celurit," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Selasa (7/4/2026).