MINAHASA, TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meminta dukungan doa dari umat saat berkunjung ke Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (7/4/2026) pagi.
Permintaan tersebut disampaikan Gibran saat meninjau langsung Gereja Paroki Bunda Hati Kudus yang mengalami kerusakan akibat gempa Magnitudo 7,6 beberapa waktu lalu.
Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Rumengkor Emmanuel Ohoiwutung M.Sc mengungkapkan, di sela kunjungan, Wapres secara khusus meminta doa untuk kelancaran tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara.
“Ia, Pak Wapres tadi minta didoakan, saat kunjungan di Sulut dan juga tugas tanggung jawab saat bekerja,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado.
Menurut Pastor, momen tersebut menjadi hal yang menyentuh.
Karena di tengah agenda kunjungan kerja, wapres tetap meminta dukungan spiritual dari masyarakat.
Di lokasi, Gibran juga terlihat melakukan pengecekan kondisi bangunan gereja yang rusak, sekaligus berdialog singkat dengan Pastor terkait dampak gempa.
Menanggapi permintaan tersebut, pihak gereja memastikan umat akan terus mendoakan Wapres agar diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas negara.
“Kami tentu mendoakan Pak Wapres agar tetap sehat dan terus diberikan hikmah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Tuhan pasti lindungi, ” ucap pasto.
Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Rumengkor juga mengungkapkan bahwa Wapres Gibran datang khusus untuk meninjau kondisi bangunan gereja.
Menurutnya, kerusakan paling parah terdapat pada bagian plafon gereja yang ambruk akibat guncangan gempa.
“Kerusakan paling parah itu di plafon gereja yang ambruk,” ujarnya saat diwawancara Tribun Manado.
Selain itu, ia juga menyebut bagian depan bangunan gereja mengalami retakan yang cukup serius.
Dalam kunjungan tersebut, lanjut Pastor Emmanuel, Wapres Gibran meminta pihak gereja untuk segera menyusun laporan dalam bentuk proposal.
“Pak Gibran bilang, berikan laporan berupa proposal supaya bisa dibawa ke Jakarta,” katanya.
Ia menambahkan, estimasi kerugian akibat kerusakan tersebut cukup besar, berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.
“Kerugian yang kami perkirakan 400 sampai bisa 500 juta, karena ini ada instalasi listrik yang harus diganti, takutnya korsleting dalam gereja,” pungkasnya. (pet)