TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, memastikan pelayanan masyarakat akan tetap berjalan dan tidak berdampak meskipun pemerintah saat ini tengah mengkaji pemberlakuan efisiensi.
Salah satunya terkait penerapan kebijakan Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kita kaji dulu, kita rumuskan bentuk efisiensinya seberapa, pada intinya Work Form Home (WFH) itu spirit efisiensi, Pemda sepakat dengan itu dan kita baru mengkaji bagaimana membangun penataan anggaran yang efisien,” jelas Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa bersama Forkopimda di Aula Kecamatan Borobudur, Selasa (07/04/2026) siang.
Menurutnya, pemberlakukan WFH tersebut perlu kajian terlebih dahulu, karena dikhawatirkan nantinya akan mengurangi pelayanan masyarakat, sehingga dalam melayani kurang maksimal.
“Kita kaji bagiamana melayani masyarakat berbasis dampak di masyarakat. Misalnya ini, Kecamatan tutup tentunya tidak efisien, tidak efektif juga, karena pelayanan masyarakat bisa tertunda, sehingga hal-hal yang seperti ini tidak kita lakukan,” urai Grengseng.
Baca juga: Guru Jadi Pilar Masa Depan, Wali Kota Magelang Ajak Perkuat Sinergi Pendidikan
Bupati memastikan, selain WFH bentuk efisiensi lain yang sedang dikaji di antaranya pengurangan kegiatan yang bersifat seremonial.
“Nah yang seperti ini kita pangkas, nantinya lebih pada kegiatan-kegiatan yang langsung pelayanan dan berdampak kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui pengurangan kegiatan seremonial tersebut, Grengseng optimistis penggunaan BBM akan otomatis berkurang karena anggaran rapat rapat sudah banyak dipotong.
Grengseng juga sepakat pemberlakukan efisiensi ini tidak menambah masa libur akhir pekan ketika diberlakukan WFH ASN setiap hari Jumat.
Sehingga regulasi efisiensi masih terus dikaji supaya bisa maksimal.
“Kita akan mengefisiensi tapi tidak mengurangi dampak yang nanti akan sampai pada masyarakat,” tutupnya. (*)