Operator Tewas Terhimpit Roll Seberat 3 Ton di Perawang, Polisi dan Disnaker Lakukan Penyelidikan
Sesri April 07, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Seorang pekerja muda tewas dalam kecelakaan kerja tragis di area operasional perusahaan kertas di Perawang, Kabupaten Siak, Riau.

Korban, Syafrianto (22), diketahui merupakan karyawan aktif yang bekerja sebagai Senior Operator level 4 di bagian RH3 Auto Warehouse.

Peristiwa naas  itu terjadi pada Rabu dini hari, 2 April 2026, sekitar pukul 05.56 WIB, saat korban tengah menjalankan tugas rutinnya di Station 6.1.

Berdasarkan laporan awal, Syafrianto sebelumnya memulai kerja sejak malam hari, termasuk memimpin briefing keselamatan (five minutes for safety) bersama timnya yang berjumlah enam orang.

Namun menjelang pagi, situasi berubah menjadi petaka. Sistem crane di area kerja dilaporkan mengalami gangguan dengan kode error 97. Ini mengindikasikan masalah pada batas pergerakan horizontal alat. 

Saat dilakukan pengecekan langsung di lapangan oleh operator control room, korban ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan.

Ia terhimpit roll raksasa dengan diameter 1.521 mm, lebar 2.535 mm, dan berat mencapai 3,3 ton.

Benturan dan tekanan dari material industri tersebut membuat nyawa korban tidak tertolong.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, Driver Maxim Tewas Dihantam Bus, Sopir Bus Diburu Polisi

Baca juga: Penerangan di Jembatan Perawang Siak Minim Sering Kecelakaan dan Rawan Kriminal

 

Ia dinyatakan meninggal dunia dan sempat dibawa ke klinik perusahaan sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka.

Jenazah dimakamkan di kampung halaman korban di Sumatera Barat.

Polres Siak langsung turun mengusut insiden tersebut. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos P mengatakan pihaknya akan mengusut kasus ini secara menyeluruh. Termasuk memeriksa petugas keselamatan kerja dan menghadirkan ahli K3.

“Kami telah melakukan olah TKP secara komprehensif. Selanjutnya, kami akan memeriksa saksi-saksi, petugas K3, serta melibatkan ahli keselamatan kerja untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Kecelakaan ini diduga terjadi saat korban tengah berada di area kerja yang berdekatan dengan pergerakan alat berat. Di tengah kondisi crane yang mengalami error. 

“Dugaan sementara mengarah pada potensi kegagalan sistem atau kemungkinan kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja (SOP), namun hal ini masih dalam proses pendalaman,” ujarnya. 

Ia menegaskan, penyelidikan tidak hanya berhenti pada fakta lapangan. Penyelidikan juga akan mengarah pada evaluasi sistem keselamatan kerja perusahaan secara menyeluruh.

“Kami ingin memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran SOP dalam kejadian ini. Penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Selain kepolisian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga turut melakukan penelusuran melalui laporan awal (preliminary report accident).

Dari hasil sementara, diketahui korban memang tengah menjalankan tugas operasional normal sebelum insiden terjadi.

Disnaker akan melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan kerja di lokasi tersebut, termasuk sistem pengamanan alat berat dan prosedur kerja di area berisiko tinggi.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan kerja yang merenggut nyawa operator muda tersebut.

(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.