Ancaman Balik Iran Lawan Trump jika Nekat Serang Infrastruktur Sipil Balasan akan Lebih Besar
Tribun-video April 07, 2026 05:57 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Komando militer pusat Iran merespons balik ancaman terbaru dari Donald Trump terkait kemungkinan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran.Respons itu disampaikan setelah Trump kembali menyinggung rencana serangan apabila Selat Hormuz tidak dibuka sesuai tenggat yang ditetapkannya.Iran menilai ancaman tersebut sebagai bentuk tekanan langsung terhadap fasilitas sipil negara mereka.Melalui juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Iran menegaskan akan memberikan balasan lebih besar jika serangan benar-benar terjadi."Jika serangan terhadap sasaran sipil terulang, tahapan selanjutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas," kata juru bicara dikutip Nytimes.com (7/4/2026).Pernyataan itu muncul setelah Trump kembali mengancam akan menyerang jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur penting lainnya di Iran.Sebelumnya Trump menyatakan serangan dapat dilakukan dalam waktu dekat jika jalur Selat Hormuz tetap tertutup.Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menegaskan ultimatum tersebut dengan bahasa kasar."Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat s** itu, dasar b* g**, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Trump dalam unggahan Truth Social.Ia juga menyampaikan tuntutan langsung agar Iran segera membuka jalur laut tersebut."Buka Selat itu, atau kalian akan hidup di neraka," lanjut Trump dalam unggahannya.Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu 10 hari kepada Iran pada 26 Maret untuk membuka kembali Selat Hormuz.Selat tersebut merupakan jalur utama distribusi energi global yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia.Lalu lintas pelayaran disebut terganggu sejak meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari.Trump juga sempat menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung.Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan masih yakin kesepakatan dapat dicapai sebelum tenggat berakhir.Meski demikian, ia tetap menegaskan opsi serangan militer masih terbuka.Pemerintah Iran menilai ancaman itu sebagai pelanggaran terhadap keamanan kawasan.Pejabat Iran juga menegaskan bahwa fasilitas sipil tidak boleh dijadikan sasaran konflik.Menurut Iran, setiap serangan terhadap infrastruktur nasional akan dibalas dengan operasi yang lebih luas.Pernyataan saling mengancam ini menambah ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.Pengamat menilai situasi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas energi global dan keamanan jalur pelayaran internasional. (*)Artikel ini telah tayang dengan judul, Iran War Live Updates: Trump Renews Threat of Attacks on Bridges and Power Plantshttps://www.nytimes.com/live/2026/04/06/world/iran-war-trump-israelProgram: Live UpdateHost: Isti Ira Kartika SariEditor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain#viory #Iran #Trump #USA #Geopolitik #TimurTengah #PerangDunia #Military #IranVsUSA #HormuzStrait #April2026 #WorldNews #KonflikGlobal #BreakingNews