Mendikdasmen Lihat TKA Di SMPN 1 Surabaya, Ingin Digelar Kembali Tahun Depan
Wiwit Purwanto April 07, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO ID  SURABAYA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen sempat berdialog dengan guru, siswa, serta meninjau perangkat tes di laboratorium komputer sekolah tersebut. 

Kunjungan tersebut dilakukan saat pelaksanaan TKA hari kedua. Sebelumnya, siswa telah mengikuti ujian hari pertama untuk mata pelajaran matematika, dilanjutkan bahasa Indonesia pada hari berikutnya.

Siswa Antusias dan Optimistis Selama Mengikuti Tes

Abdul Mu’ti mengatakan, siswa terlihat antusias dan optimistis selama mengikuti tes. Ia juga sempat berdialog langsung untuk menggali kesan mereka terhadap pelaksanaan TKA.

Dari hasil dialog dengan siswa, ia menyimpulkan para peserta berharap TKA kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. “Alhamdulillah mereka terlihat semangat, antusias, dan memiliki optimisme,” ujarnya.

Baca juga: TKA 2026 Surabaya Resmi Digelar April, Dindik: Bukan Penentu Kelulusan Siswa

Menurutnya, sebagian besar siswa menilai soal yang diujikan relatif mudah. Dalam dialog itu pula, siswa menyampaikan harapan agar TKA terus dilaksanakan karena dinilai memberi manfaat.

“Mereka menyampaikan supaya TKA ini dilaksanakan kembali pada tahun-tahun yang akan datang karena mendapatkan manfaat, baik dari sisi kemampuan, semangat belajar, maupun untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyelenggarakan TKA. Dari hasil pantauannya, seluruh proses berjalan dengan baik, termasuk penataan ruang dan kesiapan perangkat komputer.

“Saya lihat semua proses berjalan dengan baik. Penataan komputer dan teknis pelaksanaan juga disiapkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Ukur Berbagai Aspek Kemampuan Siswa

Pada dasarnya, Abdul Mu’ti menjelaskan TKA dirancang untuk mengukur berbagai aspek kemampuan siswa dalam satu rangkaian tes.

Baca juga: TKA Jenjang SMP, Distribusi Guru Pengawas dan Sistem Token Jadi Catatan Sekolah di Surabaya

Selain kemampuan akademik matematika dan bahasa Indonesia, TKA juga mencakup literasi, numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan.

Hasil dari seluruh rangkaian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Ini akan menjadi masukan bagi kami untuk mengambil kebijakan di tingkat nasional maupun provinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyusunan soal TKA melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Untuk tingkat SMP, sebagian soal disusun oleh pusat dan sebagian oleh pemerintah provinsi, sehingga dapat menjadi tolok ukur kemampuan siswa di tingkat Jawa Timur.

Secara nasional, ia memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar dan diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan motivasi, serta membangun karakter anak-anak kita,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tes sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah seluruh jenjang pendidikan, termasuk SD, menyelesaikan pelaksanaan TKA. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan sistem asesmen pendidikan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.