TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernah merasa pagi hari begitu semangat, tapi tiba-tiba sore hari berubah jadi murung tanpa alasan jelas?
Kondisi ini kerap disebut sebagai mood swing, atau perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba.
Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dialami oleh siapa saja.
Menurut Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Konsultan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Indrawaty Suhuyanli, Sp.KJ(K), M.Kes, penting untuk memahami perbedaan antara emosi dan mood sebelum membahas mood swing.
Baca juga: Kondisi Erika Carlina Usai Melahirkan, Masih Mood Swing, Tamu pun Disortir
“Emosi itu berlangsungnya sesaat, kalau mood itu berlangsungnya lebih lama, berlangsung lebih panjang,"ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (7/4/2026).
Artinya, mood memiliki durasi yang lebih panjang dibanding emosi, sehingga ketika terjadi perubahan mendadak, kondisi ini disebut sebagai mood swing.
Mood swing terjadi ketika suasana hati berubah dalam waktu singkat tanpa pemicu yang jelas.
Misalnya, seseorang merasa sangat bahagia di pagi hari, namun tiba-tiba merasa sedih di sore hari, padahal tidak ada kejadian besar yang terjadi.
“Misalnya pagi-pagi ini kita rasanya semangat, senang sekali, kemudian nanti sorenya mood swingnya itu rasanya top down, ya kok sedih, padahal di hari itu rasanya semuanya berlangsung biasa-biasa saja,"paparnya.
Perubahan seperti ini sering membuat seseorang bingung dengan kondisi dirinya sendiri.
Namun, penting untuk dipahami bahwa mood swing tidak selalu berbahaya.
Ada banyak faktor yang bisa memicu mood swing, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah faktor hormonal, terutama pada perempuan.
Perubahan hormon dapat terjadi saat menjelang haid, masa pubertas, kehamilan, hingga setelah melahirkan.
Selain itu, faktor gaya hidup juga berperan besar.
Kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, hingga stres berat dapat memengaruhi kestabilan suasana hati.
Bahkan kondisi lapar pun bisa memicu perubahan emosi secara drastis.
Saat tubuh kekurangan asupan energi, seseorang cenderung lebih mudah marah dan sensitif.
Dalam banyak kasus, mood swing merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Terlebih jika perubahan suasana hati tersebut tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, tetap penting untuk menjaga keseimbangan gaya hidup agar mood tetap stabil.
Mulai dari menjaga pola tidur, mengatur konsumsi kafein, hingga mengelola stres dengan baik.
Dengan memahami penyebabnya, seseorang bisa lebih bijak dalam merespons perubahan suasana hati yang terjadi.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah mengaitkan mood swing dengan gangguan mental secara langsung.
Padahal, tidak semua perubahan suasana hati merupakan tanda gangguan serius.
“Jadi nggak semua mood swing itu bipolar, benar. Jadi kita perlu mengenal lebih jauh dulu, yang kita sebut bipolar itu apa,"imbuhnya.
Karena itu, penting untuk tidak melakukan self-diagnose tanpa pemahaman yang cukup.
Jika perubahan mood terasa ekstrem, berlangsung lama, dan mulai mengganggu aktivitas, barulah perlu dipertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)