Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penerbangan ribuan calon jemaah haji asal Kota Bandung pada tahun 2026 dipastikan berjalan normal tanpa perubahan rute meski saat ini terjadi konflik di wilayah Timur Tengah.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bandung, ada 1.679 calon jemaah haji asal Kota Bandung yang akan berangkat tahun ini. Mereka terdiri dari 739 laki-laki dan 940 perempuan dengan usia termuda berusia 16 tahun dan tertua 91 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bandung, Andy Mohammad Arief, mengatakan berdasarkan informasi yang telah diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berjalan normal.
"Hal itu juga telah disampaikan oleh Pak Menteri Haji, on schedule, seluruh persiapan hampir rampung 100 persen, dan untuk penerbangan berjalan normal karena penerbangan menggunakan maskapai Saudi Airlines dan Garuda Indonesia," ujar Andy, Selasa (7/4/2026).
Dia mengatakan, penerbangan calon jemaah haji asal Indonesia itu tidak ada perubahan rute karena tidak melintasi daerah konflik di Timur Tengah, sehingga untuk keberangkatan pun dipastikan akan tetap aman.
Baca juga: Wacana Rute Haji Lewat Afrika Dinilai Tak Masuk Akal, Ini Jalur Realistis Kata Pemerhati Penerbangan
"Betul, kalau kita lihat dari peta penerbangan (flight radar), posisi Arab Saudi berada di sebelah barat, sedangkan Indonesia di sebelah timur. Jalur penerbangan tidak melewati wilayah konflik tersebut," katanya.
Atas hal tersebut, pihaknya akan tetap mengikuti kebijakan Kementerian Haji dan Umroh RI serta Pemerintah Arab Saudi, bahwa penerbangan calon jemaah haji tidak ada perubahan dan semuanya tetap seperti biasa.
Atas hal tersebut, pihaknya meminta calon jemaah haji asal Kota Bandung tidak perlu khawatir. Sebab, semuanya akan berjalan normal karena eskalasi yang terjadi di Timur Tengah berada di wilayah yang tidak dilintasi menuju Arab Saudi.
Andy mengatakan, calon jemaah haji terutama yang masih usia muda lebih mengikuti perkembangan isu. Sehingga pihaknya juga sudah melaksanakan bimbingan manasik haji yang terintegrasi tingkat kota.
Dalam kegiatan itu, kata dia, seluruh informasi sudah disampaikan, bahkan pihaknya juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kanwil Provinsi Jawa Barat, sehingga dengan begitu calon jemaah haji sudah mendapatkan pemahaman yang lengkap.
"Pada saat manasik juga sudah ditegaskan oleh Pak Kakanwil bahwa seluruh calon jemaah haji tetap fokus berangkat ke Tanah Suci. Tidak perlu terpengaruh kondisi geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah," katanya.
Dia mengatakan, tiga kloter calon jemaah haji tersebut nantinya akan diberangkatkan mulai 22 April dan terakhir berangkat pada 17 Mei 2026 mendatang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Baca juga: Jadwal Laga 3 Tim Teratas Super League Pekan 27: Persib dan Persija Berat, Borneo Lebih Ringan
Makin Memanas
Wacana pengalihan penerbangan ke Arab Saudi menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026. tak lepas dari konflik perang Iran - Amerika Serikat dan Israel yang hingga kini masih berlangsung.
Kabar terbaru, Iran menolak usulan gencatan senjata selama 45 hari dan menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan pengakhiran perang secara permanen.
Bersamaan dengan penolakan tersebut, Iran juga mengajukan rencana 10 poin sebagai solusi untuk mengakhiri pertempuran.
“Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujar Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Senin (6/4/2026).
Mojtab juga menegaskan bahwa Iran tidak lagi mempercayai pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, setelah AS dua kali membom Republik Islam tersebut dalam putaran pembicaraan sebelumnya.
Di sisi lain, Trump justru meningkatkan tekanan. Ia mengancam akan menggempur Iran hingga kembali ke “zaman batu” jika tidak tercapai kesepakatan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan. (*)