Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pedagang kopi keliling berjejer rapih di sepanjang Jalan ZA Kartini atau di samping RM Garuda.
Meskipun terik matahari menyengat, pedagang duduk di pinggir jalan menanti pembeli datang.
Jika ada pembeli, kopi cair yang telah tersedia dalam plastik dituangkan ke dalam cangkir cup untuk disiram dengan es lalu disajikan.
Salah satu pedagang kopi keliling M Nizam (21) mengatakan, terkait naiknya harga plastik dirinya terpaksa menggunakan kantong plastik dengan kualitas rendah.
"Kami pastinya terdampak adanya kenaikan harga plastik, kalau biasanya kantong plastik premium saya beli Rp 15 ribu tapi sekarang naik menjadi Rp 20 ribu jadi saya pakai yang kualitas rendah dengan harga yang sama," kata M Nizam warga Jatiagung ini.
Baca Juga Kadin Lampung Akui UMKM Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Singgung Go Green
"Bedanya kantung plastik tersebut, kalau premium ini mengkilap dan bening, kalau plastik biasa itu pucat," terusnya.
Disebutkannya, kebutuhan plastik untuk berdagang per harinya sampai dengan 200 pcs.
Saat ditanya apakah ukuran cup akan dirubah, Nizam yang sudah berjualan selama 7 bulan ini di Kopiers mengakatan semua itu kebijakan bos.
"Kalau cup diubah maka dirubah semuanya, tapi alhamdulillah ada saja yang membeli es kopi yang saya jual," ucapnya.
Terkait penjualan, sehari dirinya mampu menjual sekitar 150 cup dengan harga es kopi dari Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per cup.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)