UMKM Kedai Pak Bur di Makassar Tidak Naikkan Harga Meski Plastik Melonjak
Saldy Irawan April 07, 2026 07:20 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kenaikan harga bahan baku plastik yang terjadi sejak akhir Maret 2026 mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lonjakan harga ini bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 persen.

Sejumlah produk plastik yang banyak digunakan pelaku usaha makanan mengalami kenaikan mencolok.

Kantong plastik tahan panas ukuran 400 gram, misalnya, yang sebelumnya dijual Rp14.500 kini mencapai Rp24.000.

Sementara itu, kantong plastik ukuran kecil naik dari Rp10.500 menjadi Rp12.500.

Kenaikan juga terjadi pada kotak mika, dari Rp17.000 menjadi Rp21.000 per 100 pcs, dan ukuran besar dari Rp35.000 menjadi Rp40.000.

Supervisor Kedai Pak Bur, Fakra, mengatakan pihaknya masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga produk.

“Kalau harga sementara tidak naik, karena biasanya di Kedai Pak Bur sudah diatur harga di awal tahun untuk setahun ke depan, jadi jarang naik turun,” kata Fakra, kepada Tribun-Timur.com, Selasa (7/4/2026).

Kedai Pak Bur sendiri merupakan UMKM kuliner yang beroperasi di Jalan Poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan Jalan Toddopuli, Makassar.

Fakra menjelaskan, meskipun harga kemasan naik, pihaknya berkomitmen tetap mempertahankan kualitas.

“Masih pakai wadah lama meski ada kenaikan, karena jangan sampai ganti wadah kualitasnya kurang bagus. Jadi tetap dipertahankan kualitas kemasan di tengah kondisi sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fakra berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku plastik.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan.

“Harapannya harga tidak terus naik dan bisa kembali stabil. Kami juga berharap ada pengendalian harga bahan baku plastik, subsidi atau insentif bagi pelaku usaha kecil, serta pengawasan distribusi,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap para distributor dan pemasok tetap menjaga ketersediaan stok agar tidak terjadi lonjakan harga yang drastis dan berulang.

“Mudah-mudahan distributor tetap jaga stok dan barang selalu tersedia, tidak serta merta naik drastis terus-menerus. Jadi kami para pelaku UMKM tetap bisa bertahan tanpa harus berkorban keuntungan atau kehilangan pelanggan,” jelas Fakra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.