1.941 JCH Wajo Berangkat Melalui 7 Kloter Embarkasi Makassar, Kloter Pertama 22 April
Saldy Irawan April 07, 2026 07:20 PM

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Sebanyak 1.941 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Wajo dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci Mekah tahun ini.

Jumlah tersebut merupakan tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

JCH Kabupaten Wajo diberangkatkan melalui 7 kelompok terbang (kloter).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo, M Arwes merinci tujuh kloter tergabung dalam Embarkasi Makassar.

"Betul, ribuan JCH Wajo diberangkatkan dengan tujuh kloter. Masing-masing kloter 4 berjumlah 387 orang berangkat pada 22 April, kloter 10 sebanyak 386 berangkat 26 April dan kloter 18 sebanyak 387 jamaah pada 2 Mei 2026," jelas Arwes merinci.

"Lalu kloter 23 jumlahnya 328 jemaah berangkat 6 Mei, kloter 30 sebanyak 173  pada 11 Mei 2026, kloter 39 sebanyak 168 jemaah terbang 18 Mei 2026, dan kloter 43 sebanyak 112 orang berangkat pada 19 Mei 2026,” sambungnya.

Kata Arwes jumlah kuota jemaah haji Wajo tahun 2026 mengalami sedikit penurunan dari jumlah awal.

Hal ini disebabkan karena beberapa faktor.

“Sebelum ditetapkan, jumlah awalnya itu sebanyak 1.955 Jemaah, namun ada beberapa faktor seperti jemaah meninggal dunia, sakit dan lain sebagainya maka turun menjadi 1.941 jemaah," kata Arwes di sela kegiatan pelepasan JCH di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Selasa (7/4/2026).

Dirinya menyebut proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji tahun ini melibatkan berbagai unsur.

Termasuk dari pemerintah daerah, KBIHU, hingga tim pengamanan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Damkar, Karang Taruna, dan IPHI Kabupaten Wajo.

Sementara, lokasi pemberangkatan jamaah dipusatkan di Islamic Center Palaguna, Desa Lempa, Kecamatan Pammana

"Ini sudah menjadi keputusan bersama. Kenapa Islamic Center karena lokasi itu telah menjadi pusat kegiatan islam sekaligus menghindari kemacetan di tengah kota," ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail menghimbau masyarakat agar tidak perlu mendaftar haji di luar Wajo.

“Mendaftar di Kabupaten Wajo saja, karena di mana pun mendaftar, waktu tunggunya tetap sekitar 26 tahun," imbaunya.

"Alhamdulillah, saat ini kuota untuk Wajo naik lima kali lipat dibanding sebelumnya. Ini patut kita syukuri,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman meminta para jemaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.

"Ibadah Haji membutuhkan kekuatan fisik dan ketekunan hati. Tetap istiqomah selama beribadah," pintanya.

Ia turut bersyukur atas peningkatan kuota jamaah haji tahun ini di Kabupaten Wajo. 

"Menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami Pemerintah daerah. Agar kiranya calon jemaah tetap memperbaiki niat dan selama di sana terus jaga kekompakan," tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.