TRIBUNMADURA.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyerukan perubahan pola kerja di lingkungan perguruan tinggi dengan mendorong kebijakan Work From Home (WFH/bekerja dari rumah) bagi dosen dan tenaga kependidikan satu hari dalam sepekan.
“Mengenai dosen, kami minta kampus mengatur agar jadwal mengajar dikonsentrasikan pada hari-hari tertentu,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Menurut Brian, skema ini akan membuat sistem kerja lebih efisien.
“Misalnya dosen mengajar Senin sampai Kamis penuh, hari Jumat bisa bekerja dari rumah. Ini jauh lebih efisien,” tambahnya.
Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak Airlangga Hartarto yang Umumkan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Selain WFH, Brian juga mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026.
Ia menegaskan, implementasi PJJ tetap harus mempertimbangkan karakteristik program studi.
“Masa kedokteran hewan membedah hewan melalui PJJ? Jadi, kami serahkan ke kampus masing-masing,” katanya.
Di balik kebijakan tersebut, sosok Brian Yuliarto dikenal sebagai ilmuwan sekaligus akademisi berpengaruh di Indonesia.
Dikutip dari TribunPantura.com, Brian Yuliarto memiliki nama lengkap Prof Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., lahir pada 27 Juli 1975.
Ia menempuh pendidikan S1 Teknik Fisika di ITB dan lulus pada 1999.
Kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di University of Tokyo pada 2002 dan 2005 di bidang Quantum Engineering and System Science.
Brian memulai karier akademiknya sebagai dosen ITB sejak 2006 dan telah mengabdi selama kurang lebih 19 tahun.
Kariernya di kampus juga terbilang lengkap, mulai dari:
Brian aktif meneliti nanoteknologi dan biosensor, termasuk pengembangan biosensor portabel untuk deteksi virus dengue serta sensor gas untuk kebutuhan industri dan lingkungan.
Ia juga masuk dalam daftar ilmuwan terbaik dunia “World’s Top 2 Percent Scientist” versi Stanford University serta meraih Habibie Prize 2024.
Baca juga: Sosok Permadi Arya Alias Abu Janda yang Diminta Keluar Saat Dialog Live TV
Dengan rekam jejak akademik dan riset yang kuat, Brian Yuliarto mendorong penerapan WFH dan PJJ sebagai bagian dari upaya penyesuaian sistem pendidikan tinggi.
Namun, kebijakan tersebut masih bersifat imbauan dan belum menjadi ketetapan yang mengikat.
Perguruan tinggi tetap diberikan kewenangan penuh untuk menyesuaikan implementasinya sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing program studi.
Sejumlah aspek, seperti kesiapan infrastruktur, jenis mata kuliah, hingga capaian pembelajaran, menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan tersebut.
Baca juga: Sosok Vadi Akbar, Adik Vidi Aldiano yang Aktif dalam Musik dan Teknologi