Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Permainan Madura United dinilai meningkat secara signifikan dibanding ketika dinahkodai Carlos Parreira.
Meskipun, Laskar Sapeh Kerrab kalah 1-3 dari Borneo FC pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam.
Di bawah komando Pelatih Caretaker Madura United, Rakhmat Basuki, Madura United tampil agresif, padahal lawan yang dihadapi tim kuat yang sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar juara.
Terpaut jauh dengan Madura United yang ada di peringkat 16 klasemen, atau di zona degradasi.
Madura United meladeni permainan cepat Borneo FC.
Sempat bermain imbang 1-1 di babak pertama. Sebelum akhirnya kebobolan dua gol tambahan di akhir pertandingan.
"Yang pertama saya benerin adalah confident (percaya diri). Saya bicara itu ke pemain, bahwa kalian semua punya kualitas yang sama dengan tim lain," kata Rakhmat Basuki menjawab pertanyaan Tribun Jatim Network, Selasa (7/4/2026).
Kepercayaan diri tim sangat penting, karena sebelumnya di bawah komando Carlos Parreira, Madura United mengalami periode buruk, 10 laga terakhir puasa kemenangan.
Selanjutnya, ia juga meyakinkan pemain bahwa kualitas tim Madura United tidak kalah dengan tim lain.
Baca juga: Bus Pemain Borneo FC Dilempari Oknum Suporter, Manajemen Madura United Sampaikan Permintaan Maaf
"Kami juga memotivasi mereka bahwa tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola, semuanya bisa terjadi," terangnya.
Pelatih asli Madura United itu cukup percaya diri bisa bawa tim keluar dari zona degradasi.
Apalagi kompetisi musim ini masih menyisakan 8 pertandingan lagi.
"Kami masih punya peluang besar untuk bisa lolos. Kami harus fokus sama tim sendiri, tidak peduli dengan tim lain," ucapnya.
"Tidak peduli siapa yang akan kami hadapi, kami harus fokus dengan target sendiri, harus bisa membawa Madura United eksis di Liga 1," pungkas Rakhmat Basuki