Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Konflik geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) tak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga mulai dirasakan hingga ke Indonesia.
Selain memicu kenaikan harga energi yang membuat pemerintah melakukan langkah efisiensi, seperti kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), dampak konflik tersebut juga merembet ke sektor perdagangan di pasar tradisional.
Salah satu yang terdampak adalah komoditas plastik. Di Pasar Ciputat, harga plastik dilaporkan melonjak tajam hingga dua kali lipat sejak pertengahan Maret 2026.
Baca juga: Ngadu ke Komisi X DPR, Forum Guru Banten Bongkar Ketimpangan Tunjangan PPPK vs PNS
Salah satu pedagang plastik di Pasar Ciputat, Haji Evi mengaku, kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis plastik, terutama plastik kiloan yang paling banyak digunakan.
Jika sebelumnya plastik dijual dengan harga sekitar Rp28 ribu per kilogram, kini telah melonjak menjadi Rp55 ribu.
Tak hanya plastik, harga produk kemasan lain seperti gelas dan mika juga ikut naik hingga dua kali lipat.
Menurutnya, kondisi ini tidak terlepas dari konflik yang terus bergejolak di Kawasan Timur Tengah.
"Ini kayanya sih karena perang, jadi saya sebagai pedagang plastik juga kena imbas. Semua barang naik dua kali lipat," ujarnya, saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (7/4/2026).
Ia mengaku, kenaikan harga tersebut langsung mempengaruhi penjualan pedagang.
Sebab, lanjut dia, daya beli masyarakat yang sebelumnya sudah melemah kini semakin tertekan akibat lonjakan harga.
"Jadi situasi ini sangat memprihatinkan bagi kami para pedagang di pasar," katanya.
Ia pun berharap, Pemerintah Republik Indonesia dapat menemukan solusi untuk menormalkan kembali harga plastik.
"Mudah-mudahan juga konflik yang terjadi antara Iran dan Israel itu bisa segera terhenti, sehingga harga-harga itu bisa kembali normal seperti sedia kala," harapnya.
Sementara itu, salah satu pengguna plastik Mansur, turut merasakan dampak serupa.
Di temui di lokasi yang sama seusai membeli plastik di Pasar Ciputat, Mansur mengatakan, harga plastik naik hampir di semua ukuran.
“Sebelumnya sekitar Rp20 ribu, sekarang hampir Rp30 ribu. Untuk pembelian eceran juga naik sekitar Rp5 ribu per pack, cukup memberatkan bagi kami,” katanya.
Ia pun berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi atas kondisi yang terjadi saat ini.
"Karena kalau situasi ini berkepanjangan, akan memberatkan kami sebagai masyarakat yang usahanya menggunakan bahan plastik begini," pungkasnya.