Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mengusulkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang memanfaatkan kebijakan Work From Home (WFH) dengan bekerja dari hotel.
Usulan tersebut disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman, menyusul pelaksanaan WFH yang berdekatan dengan akhir pekan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai momen bekerja sekaligus berlibur.
"Kami menyambut baik ya kebijakan WFH ini, apalagi dekat dengan hari libur, bisa meningkatkan hunian hotel jadi lebih tinggi," katanya kepada wartawan, Selasa, (7/4/2026).
Baca juga: Polisi Selidiki Ledakan Dapur SPPG Carenang Serang, Dua Pekerja Terluka
Menurutnya, suasana hotel dinilai lebih kondusif untuk bekerja dibandingkan di rumah, sehingga dapat meningkatkan produktivitas ASN.
Di sisi lain, kebijakan tersebut juga dinilai mampu mendongkrak tingkat hunian hotel, khususnya di kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Ia menjelaskan, momentum WFH yang beriringan dengan libur panjang dapat menjadi peluang bagi sektor perhotelan untuk meningkatkan pendapatan, terutama setelah sempat terdampak penurunan kunjungan wisatawan.
"Jumat mereka kerja dulu di hotel, lalu dilanjut liburan Sabtu dan Minggu, kalau suasana bekerjanya bagus mood kerja juga jadi ikut naik," ujarnya.
PHRI pun berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi industri pariwisata di Kabupaten Serang, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi pelaku usaha perhotelan.
Hal itu sebagai antisipasi adanya PHK karyawan hotel imbas turunnya pendapatan perhotelan akibat sepi pengunjung.
"Mudah-mudahan sih bisa berdampak baik untuk perhotelan, tidak ada PHK dan karyawan hotel bisa tetap bekerja, pemasukan hotel juga menjadi meningkat ya," ucapnya.
Sementara itu, Yurlena mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di kawasan Anyer dan Cinangka sempat mencapai 80 hingga 100 persen selama libur Lebaran 2026.
Tingginya okupansi tersebut dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan serta momen libur panjang yang bertepatan dengan perayaan keagamaan.
"Okupansi hotel rata-rata hampir 80 sampai 100 persen, apalagi ada long weekend juga yang Jumat Agung Paskah jadi nambah tinggi, sangat luar biasa kemarin itu banyak hotel yang penuh dengan bokingan," pungkasnya.