Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Gili Indah dan Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas pasokan di daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Pemasaran Perum Bulog, Feby Novita didampingi juga Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, yang turun langsung ke lapangan guna memastikan proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, bantuan yang disalurkan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Proses distribusi dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat, disertai dengan pendataan serta verifikasi guna menjamin akurasi penyaluran.
Di sela kegiatan, Direktur Pemasaran Perum Bulog juga berinteraksi dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memastikan program bantuan memberikan dampak nyata.
Baca juga: Bulog NTB Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Pasca Idul Fitri
“Perum Bulog berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Febby Novita.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan stok pangan di wilayah NTB dalam kondisi mencukupi untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan.
“Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara ditujukan kepada 58.996 penerima. Hingga saat ini, distribusi telah terealisasi di Kecamatan Bayan sebanyak 14.736 penerima dan Kecamatan Pemenang sebanyak 8.950 penerima. Sementara itu, untuk Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Tanjung ditargetkan selesai dalam minggu ini,” jelas Febby.
Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan aparat desa serta pemangku kepentingan setempat, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara Perum Bulog dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui langkah ini, Perum Bulog menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
(*)