Pengelolaan Sampah Mulai dari Rumah Tangga hingga TPS di Panakkukang
Saldy Irawan April 07, 2026 09:05 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Pemerintah Kecamatan Panakkukang bergerak cepat menggelar rapat evaluasi penataan kebersihan.

‎Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Panakkukang, Selasa (7/4/2026), dan dihadiri seluruh jajaran lingkup kecamatan, termasuk lurah dan petugas kebersihan.

‎Rapat dipimpin langsung Camat Panakkukang, Syahril.

Dalam arahannya, Syahril menegaskan bahwa pembenahan sistem persampahan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

‎Menurutnya, sistem pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari rumah tangga, hingga ke hilir pada proses pengangkutan.

‎“Jadi kita tidak bisa lagi bekerja parsial. Semua harus terintegrasi, mulai dari rumah tangga, petugas penyapu, sampai armada angkutan. Jadwalnya harus jelas dan saling terkoneksi,” ujar Syahril.

‎Ia juga menekankan bahwa penentuan titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di setiap kelurahan harus tertata dengan baik.

‎“Tidak boleh lagi ada yang buang sampah sembarangan. TPS kita harus jelas, teratur, dan dikelola dengan baik di masing-masing wilayah,” tegasnya.

‎Selain itu, Syahril menyoroti pentingnya penguatan koordinasi antara petugas lapangan, pihak kelurahan, hingga kecamatan.

‎“Koordinasi ini kunci. Kalau tidak saling terhubung, maka sistem yang kita bangun tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

‎Di sisi lain, peran RT/RW sangat strategis dalam mendukung penanganan persoalan kebersihan. 

‎“Kami minta RT/RW dan seluruh komunitas ikut ambil bagian. Persoalan sampah ini tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah,” ujarnya.

‎Salah satu langkah konkret yang didorong adalah gerakan setiap rumah memiliki tempat sampah terpilah.

‎“Minimal ada pemisahan sampah organik dan anorganik di rumah tangga. Ini langkah sederhana tapi sangat penting,” jelasnya.

‎Selain itu, setiap RW juga didorong untuk memiliki bank sampah unit (BSU).

‎“Kalau setiap RW punya bank sampah, ini bisa mengurangi volume sampah sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga,” katanya.

‎Tidak hanya fokus pada sampah, pemerintah kecamatan juga menginisiasi gerakan penanaman di bantaran sungai.

‎“Penanaman di bantaran sungai penting untuk membantu mencegah banjir, ini juga bagian dari penataan lingkungan,” tambah Syahril.

‎Program lain yang kembali ditekankan adalah pelaksanaan Jumat Bersih secara rutin di seluruh wilayah kecamatan.

‎“Kita hidupkan kembali Jumat Bersih sebagai gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

‎Syahril juga menginstruksikan agar pembuatan lubang resapan atau teba lebih diintensifkan.

‎“Pembuatan teba ini harus dimaksimalkan, karena ini bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPS,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.

‎“Kuncinya ada di kolaborasi. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Panakkukang bisa jadi wilayah yang lebih bersih dan tertata,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.