Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel merusak lokasi pusat data di Universitas Teknologi Sharif di Teheran, Iran. Infrastruktur tersebut mendukung platform kecerdasan buatan Iran.
Kantor Berita Fars, seperti disebutkan melalui Anadolu, mengatakan serangan itu terjadi pada Minggu malam waktu setempat (5/4/2026). Fasilitas tersebut juga mendukung ribuan layanan digital lainnya. Universitas Teknologi Sharif sejatinya merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi paling bergengsi di Iran.
"Universitas Teknologi Sharif adalah lembaga ilmiah yang didedikasikan untuk menyebarkan pengetahuan dan budaya, dan telah dirusak oleh kebrutalan musuh-musuh negeri ini," kata Rektor kampus, Masoud Tehranchi dalam video yang direkam di lokasi setelah serangan tersebut.
Kampus ini melahirkan banyak ahli dalam berbagai bidang, salah satunya adalah perempuan pertama peraih nobel matematika. Siapakah dia?
Perempuan Pertama Peraih 'Nobel Matematika'
Namanya Maryam Mirzakhani, perempuan asal Teheran, Iran yang lahir pada 3 Mei 1977 dan meninggal pada 14 Juli 2017 lalu di California, AS. Ia merupakan perempuan pertama sekaligus orang Iran pertama yang memenangkan Fields Medal. Maryam memperolehnya pada 2014.
Medali ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang Matematika dan sering disebut sebagai "Hadiah Nobel untuk Matematika" karena prestisenya.
Bedanya, penghargaan ini diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berusia di bawah 40 tahun yang telah memberikan kontribusi besar, menurut International Mathematical Union (IMU).
Semasa hidup, Maryam merupakan seorang profesor matematika di Universitas Stanford. Mendiang Maryam mendapatkan hadiah ini atas kontribusinya terhadap pemahaman tentang simetri permukaan lengkung.
Dikutip dari laman resmi Universitas Stanford, penghargaan ini mengakui kontribusi Maryam yang canggih sekaligus orisinal di bidang geometri dan sistem dinamis, khususnya dalam memahami simetri permukaan lengkung, seperti bola, permukaan donat, dan objek hiperbolik. Meskipun karyanya dianggap sebagai matematika murni dan sebagian besar bersifat teoretis, karya tersebut memiliki implikasi bagi fisika dan teori medan kuantum.
Profil Maryam Mirzakhani
Maryam lahir dan dibesarkan di Teheran, Iran. Saat masih belia, ia bermimpi menjadi seorang penulis. Namun, ketika sekolah menengah, ketertarikannya pada pemecahan masalah matematika mengubah pandangannya.
Ia dikenal di kancah matematika internasional sejak remaja. Maryam pernah memenangkan medali emas di Olimpiade Matematika Internasional 1994 dan 1995. Ia meraih skor sempurna di kompetisi yang terakhir. Para matematikawan yang kemudian menjadi mentor dan koleganya mengikuti bukti-bukti matematika yang ia kembangkan saat masih mahasiswa.
Setelah meraih gelar sarjana dari Universitas Teknologi Sharif pada 1999. Ia memulai studi doktoralnya di Universitas Harvard di bawah bimbingan penerima Medali Fields, Curtis McMullen.
Maryam memiliki kefasihan yang luar biasa dalam berbagai teknik matematika dan budaya matematika termasuk aljabar, kalkulus, analisis kompleks, dan geometri hiperbolik. Dengan meminjam prinsip-prinsip dari beberapa bidang, ia membawa tingkat pemahaman baru ke bidang matematika yang disebut topologi dimensi rendah.
Karya awal Maryam melibatkan penyelesaian masalah yang sudah ada selama beberapa dekade, yaitu menghitung volume ruang moduli kurva pada objek yang dikenal sebagai permukaan Riemann. Objek ini adalah objek geometris yang setiap titiknya mewakili permukaan hiperbolik yang berbeda.
Objek-objek tersebut sebagian besar bersifat teoretis, tetapi contoh di dunia nyata termasuk amoeba dan donat. Maryam memecahkan masalah ini dengan menggambar serangkaian lingkaran di permukaan objek-objek tersebut dan menghitung panjangnya.





