Inayah Wahid Putri Gus Dur Dipersunting Pengasuh Ponpes Annuqayah, Akad Sudah Digelar Awal 2025
Pipit Maulidya April 07, 2026 10:05 PM

 

SURYA.CO.ID - Kabar bahagia menyelimuti keluarga besar almarhum Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, resmi dipersunting oleh Moh Shalahuddin A Warits atau yang akrab disapa Lora Mamak, pengasuh muda dari Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Momen kebersamaan keluarga baru terlihat publik pada Sabtu (4/4/2026) di Madura, Jawa Timur.

Terungkap bahwa akad nikah keduanya sebenarnya telah dilaksanakan secara sederhana sejak awal tahun 2025 di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Tepatnya tanggal 22 Januari 2025.

Silaturahmi Keluarga di Sumenep

Eks Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus keluarga Pondok Pesantren Annuqayah, Prof Abdul A'la, menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di lingkungan Ponpes.

Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi antara keluarga besar Ciganjur dan keluarga almarhum KH A Warits Ilyas.

"Acara itu berlangsung pada hari Sabtu, 4 April 2026 dari sekitar pukul 12:30 sd 15:00. Akad nikahnya sudah berlangsung sekitar 1 tahun lebih yang lalu. Wali Nikah KH dr. Umar Wahid, dan yang mengakad Gus Mus," ungkap Prof Abdul A'la pada Surya.co.id, Selasa (7/4/2026).

Acara di Sumenep tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan hanya dihadiri oleh keluarga inti dari lingkungan Pesantren Annuqayah.

"Acaranya memang sederhana dan undangan hanya keluarga inti Pesantren Annuqayah. Saya belum tahu apakah setelah ini akan ada acara resepsi di Guluk2 atau di Ciganjur," tambahnya.

Baca juga: Rekam Jejak Shalahuddin Warits Suami Inayah Putri Gus Dur, Ternyata Pengurus Ponpes Tertua Sumenep

Kesan Perjalanan dan Kuliner Khas

Kebahagiaan ini turut dibagikan oleh kerabat dekat Inayah, Vita Wahid.

Melalui unggahan di Instagram, Vita menceritakan pengalamannya menempuh perjalanan 9 jam pulang-pergi dari Surabaya demi menghadiri momen spesial sepupunya tersebut.

Melalui akun @vitawahid, ia menuliskan:

"Sesungguhnya karena rasa sayang dan pengen menemani sepupu kesayangan bani Wahid @inayawahid ini yang membawa saya bisa sampai di Guluk-guluk, Sumenep.

Sabtu itu, 4 April 2026, perjalanan yang begitu menantang. Surabaya - Sumenep menghabiskan waktu 4.5 jam, begitu juga pulangnya menghabiskan waktu yang kurang lebih sama. Total 9 jam dihabiskan di mobil.

Pengalaman yang sungguh tidak terlupakan, tapi lebih dari itu bahagia banget bisa melihat langsung Ina dan Mamak tersenyum cerah, ceria, bahagia.

Mendoakan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohmah. Dilimpahi kebaikan dan kebahagiaan dunia akhirat. Dan selalu dapat ridho dari Allah SWT.

Btw, tidak banyak kesempatan foto-foto, tapi hidangannya wuenak2 ya Allah. Salah satunya yang ada di slide terakhir, yaitu CAKE (dibaca Ca-Ke), konon katanya bisanya disantap sebagai hidangan pembuka. Isinya adalah mashed potato yang disajikan seperti potongan kue (mungkin bentuk bisa macam-macam, sih) dan disajikan dengan lauk yang merupakan perpaduan antara capcay dan kuah selat solo. Tampaknya saya kekurangan kosakata dan referensi untuk menjelaskannya, yang jelas rasanya: Enaak"

Profil Inayah Wahid

Inayah Wulandari Wahid (lahir 31 Desember 1982) adalah aktivis sosial, seniman, dan putri bungsu Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ia dikenal aktif dalam isu Hak Asasi Manusia (HAM), kesejahteraan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), serta pemberdayaan kelompok rentan. Kiprah tersebut dijalankannya melalui organisasi Positive Movement (PM) dan jaringan Gusdurian.

Di bidang seni, Inayah merupakan aktris panggung yang kerap tampil dalam pertunjukan teater nasional, termasuk bersama Butet Kartaredjasa dalam Indonesia Kita. Ia juga dikenal lewat pertunjukan monolog, salah satunya Negeri Sarung, yang menampilkan kritik sosial dan politik dengan gaya satir.

Selain teater, Inayah pernah berperan dalam komedi situasi OK-JEK di NET sebagai tokoh Naya.

Dalam organisasi, ia aktif sebagai pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pada 20 September 2022, ia mewakili PBNU menghadiri undangan Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, yang menyinggung usulan pemberian Nobel Perdamaian kepada Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Di bidang perfilman, Inayah menjadi bagian dari dewan Madani Film Festival bersama sineas Garin Nugroho.

Ia juga aktif dalam berbagai forum yang membahas isu gender, disabilitas, lingkungan, serta pemberdayaan perempuan, dan saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Greenpeace Indonesia.

Pasca pandemi Covid-19, Inayah kembali aktif di panggung teater.

Sepanjang 2022, ia turut dalam tur pertunjukan Tabib Suci bersama Indonesia Kita, serta menampilkan monolog Negeri Sarung di Makara Art Center Universitas Indonesia, yang mengangkat kritik terhadap praktik politik dan simbolisasi agama di masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.