Kerangka Manusia Dewasa Ditemukan di Salareh Aia Barat Agam, Diduga Korban Galodo
Rezi Azwar April 07, 2026 11:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga  digegerkan dengan penemuan kerangka manusia yang diduga korban banjir bandang atau galodo di Sawah Padang, Jorong Padang Koto Marapak Timur, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Senin (6/4/2026).

Diketahui banjir bandang yang melanda dua nagari tersebut terjadi pada 27 November 2025 lalu. Hingga kini, puluhan korban masih belum ditemukan.

Wali Nagari Salareh Aia Barat, Rabuman, membenarkan terkait penemuan kerangka manusia tersebut sebagai korban bencana.

"Iya, itu korban bencana akhir November lalu, bertemunya oleh warga di Jorong Padang Koto Marapak Timur sekitar pukul 15.00 WIB kemarin," ucapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Penyintas Banjir di Kapalo Koto Terima Bantuan Lauk Pauk, Afrianti: Saya Menerima Rp16.100.000

Setelah kerangka itu ditemukan, masyarakat langsung menghubungi BPBD Agam dan Tim SAR untuk datang ke lokasi.

Ia melanjutkan, kurang lebih sekira pukul 17.00 WIB di hari yang sama, kerangka tersebut dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Kondisi terakhir sudah dibawa ke RSUD Lubuk Basung, untuk sekarang saya belum dapat informasinya dibawa ke mana," katanya.

Potongan kerangka yang ditemukan cukup utuh, terdiri dari kepala, dada, tulang punggung, hingga kaki. Sedangkan kerangka jari tangan dan kaki hancur.

"Untuk jari kaki dan tangannya habis. Lokasinya di daratan, tapi masih di tepi sungai. Tapi kalau melihat kondisi kerangka, diyakini korban dewasa," sebutnya.

Rentetan Penemuan Korban di Wilayah Sekitar

Sementara beberapa waktu sebelumnya, warga juga menemukan kerangka manusia pada Maret 2026 lalu.

Akan tetapi, Rabuman tak mengingat secara persis kapan penemuan kerangka sebelumnya di Salareh Aia Barat tersebut.

Baca juga: Tak Terima Pembelaan Wanda Pernah Biayai Pendidikan Korban, Yeni: Cika Kuliah Pakai Beasiswa KIP

"Sebelumnya juga ditemukan satu kerangka manusia, korban bencana juga di daerah Lagan, Salareh Aia Barat, sekitar bulan Maret 2026 lalu," tuturnya.

Dengan penemuan dua kerangka manusia tersebut, pihaknya menyebut terdapat 36 korban bencana lagi yang belum diketahui keberadaannya sampai sekarang.

"Masih ada 36 korban lagi, sebelum ditemukan dua ini, totalnya 38 orang," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.